HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bersama Baznas, menyalurkan santunan tali asih kepada anak buah kapal yang karam di wilayah Tawang, Desa Gempolsewu, Rowosari Kendal, Rabu (18/11/2024).
Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, kejadian karamnya kapal yaitu pada Rabu (4/12/2024). Dimana sebuah kapal dikabarkan karam akibat ombak dan angin yang sangat besar saat itu.
“Nah kapal yang karam ini berada di lokasi pintu keluar masuk kapal-kapal yang menuju ke TPI, sehingga mengganggu. Nah karena karamnya kapal, otomatis membuat anak buah kapal atau ABK tidak dapat mencari nafkah,” ujarnya.
Untuk itu, pemerintah hadir melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal bersama Baznas Kendal menyalurkan santunan tali asih kepada para ABK.
“Total ada 18 personel ABK. Kemudian kita mintakan bantuan dari Baznas untuk disalurkan. Selain itu juga diserahkan santunan kepada pemilik kapal, yang diberikan dari Koperasi Nelayan,” beber Hudi.
Dirinya berharap, santunan tali asih untuk ABK masing-masing sebesar Rp 300 ribu dan pemilik kapal Rp 1,5 juta yang disalurkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, selama kapal belum dapat beroperasi kembali.
Hudi juga menyebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal untuk mengevakuasi kapal yang karam tersebut.
Mengingat bangkai kapal saat ini sudah tertimbun pasir, sehingga menghalangi jalur keluar masuk kapal dan lama kelamaan bisa menjadi pendangkalan.
“Mesin dan alat tangkap sudah diselamatkan, kami berusaha mengevakuasi kapal dengan dipimpin BPBD, dan berusaha mencarikan alternatif penarikan kapal dengan meminjam kapal take boat milik PT Kayu Lapis Indonesia,” jelas Hudi.
Dirinya juga menyampaikan, untuk jangka panjang di muara Sungai Kutho akan dilakukan perpanjangan pengerukan sedimentasi. Meski diakuinya, pengerukan itu tidak efektif, namun itu cara satu-satunya, supaya tidak terjadi pendangkalan.
Sementara pemilik kapal, Suwardi menuturkan, kejadian karamnya kapal pada Rabu (4/12/2024) kemarin sekira pukul 7.30 WIB. Saat kapal pulang dari laut menuju dermaga di Tawang, tiba-tiba kapal berhenti dan kandas.
“Para ABK turun dan berusaha menggerakkan kapal dengan cara mendorong, tapi sia-sia. Pada proses itu ada gelombang datang dari arah belakang sebanyak dua kali dan menghempas kapal. Nah kapal kalau sudah terhempas gelombang dan masuk itu sudah tidak bisa apa-apa, kemudian akhirnya miring ke sebelah kiri dan malam” bebernya.
Suwardi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah peduli dengan menyalurkan santunan kepada dirinya dan para ABK. “Insya-Allah bantuan ini bermanfaat bagi para ABK untuk menyambung kehidupan ke depan,” ungkapnya. (HS-06)