in

Potensi Cuaca Ekstrem di Bulan April Masih Ada, Begini Imbauan BMKG Bagi Pemudik

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Kondisi cuaca di bulan April di wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang dan sekitarnya, diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) sudah memasuki periode peralihan /pancaroba, yakni dari musim hujan ke musim kemarau. Namun, di saat masa peralihan ini, karakteristik cuacanya dapat dimungkinkan masih terjadi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, hujan es dan disertai angin kencang, kilat maupun petir.

“Data yang kami kumpulkan cuaca ekstrem sering terjadi pada sore hingga awal malam hari. Secara umum, hujan ringan hingga sedang masih akan ada, dan potensi hujan lebat durasi singkat. Tapi krusial, tidak menutup kemungkinan juga cuaca ekstrem sampai menjelang tengah malam hari yang akan disertai kilat dan petir,” papar Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, Jumat (5/4/2024).

“Selain itu muncul bibit siklon tropis 96 S di Samudra Hindia sebelah selatan Sumba, yang secara langsung ataupun tidak langsung berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di Jawa terutama peningkatan angin kencang,” lanjut dia.

Karena cuaca ekstrem akan muncul terjadi pada sore hingga awal malam, kata dia, bagi pemudik yang tidak lama lagi akan menempuh jalur darat, diimbau untuk hindari melakukan perjalanan di waktu tersebut.

“Karena ada potensi hazard atau gangguan diperjalanan, sehingga punya resiko membahayakan. Lalu, menghindari daerah perbukitan yang rawan longsor, dan jika turun hujan tidak berteduh di bawah pohon yang tua dan rawan tumbang,”imbuhnya.

Sedangkan, untuk titik genangan air di beberapa daerah juga masih berpotensi ada imbas cuaca ekstrem.

“Misalnya terutama di wilayah Genuk, Mangkang dan daerah kerap banjir lainnya,” pungkasnya. (HS-06)

Pesan Pj Gubernur Jateng ke Pemudik: Ikuti Aturan yang Berlaku

PGN Pastikan Layanan Gas Bumi Aman dan Handal Selama Idul Fitri 1445 H Melalui Satgas RAFI 2024