HALO SEMARANG – Polda Jateng menangkap ratusan orang yang dituding sebagai perusuh usai aksi demo mahasiswa yang terjadi di depan Mapolda Jateng pada Sabtu (30/8/2025) sore.
Aksi penangkapan 273 orang (dari data hingga pukul 17.00) tersebut dilaksanakan dengan sweeping pengendara sepeda motor dan menangkap orang-orang yang bergerombol di sekitar Jalan Pahlawan, Kota Semarang.
Pengamanan ini, karena pihak kepolisian menuding adanya kelompok Anarko yang menjadi pemicu kerusuhan di depan Markas Polda Jateng, Semarang, pada Sabtu (30/8/2025) sore.
Kelompok ini dituding beraksi menunggangi aksi damai mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang telah selesai sebelumnya, atau sekitar pukul 15.00.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto menegaskan, bahwa aksi mahasiswa Undip sendiri berlangsung dengan tertib. Situasi berubah menjurus ke kericuhan setelah kelompok Anarko ini bergerak.
Menurut Kombes Pol Artanto, kelompok Anarko tersebut sebelumnya sudah termonitor berada di antara rombongan mahasiswa yang sedang melaksanakan aksi.
Setelah massa mahasiswa membubarkan diri, kelompok inilah yang justru memulai aksi perusakan dengan menyerang kantor Polda Jateng.
“Setelah kegiatan mahasiswa selesai, kurang lebih pukul 15.15 WIB, muncul kelompok anarko yang melakukan aksi perusakan dengan pelemparan batu maupun benda keras lainnya,” ujar Artanto dalam keterangannya.
Dari hasil penindakan di lokasi, 273 orang berhasil diamankan petugas. Mayoritas dari mereka yang ditangkap masih berusia muda.
“Mereka rata-rata masih pelajar. Secara kasat mata, postur tubuh mereka terlihat masih anak sekolah. Saat ini, seluruhnya akan didata dan diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum,” lanjutnya.
Artanto menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas jika dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya unsur pidana yang dilakukan oleh mereka.
Ia pun mengimbau masyarakat Jawa Tengah untuk tidak mudah terprovokasi dan ikut-ikutan dalam aksi anarkis yang hanya merugikan banyak pihak dan mengganggu kondusivitas wilayah.(HS)