in

PMI dan Sejumlah Lembaga Pemerintah Kompak Bantu Korban Bencana di Kabupaten Semarang

 

HALO SEMARANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang, bersama sejumlah lembaga pemerintah di Kabupaten Semarang, memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada 13 korban bencana.

Adapun tiga lembaga pemerintah yang memberikan bantuan bersama PMI, adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, serta lembaga pemerrintah non struktural, yakni Baznas.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Jalan Ahmad Yani Ungaran, Kamis (27/7/2023).

Selain uang tunai, para korban juga menerima bantuan bahan makanan instan, selimut, pakaian dan kebutuhan pokok sehari-hari lainnya.

“Hal ini bentuk gotong royong menangani kondisi tanggap darurat, karena bencana alam dan kebakaran. Sesuai visi dan misi Bupati Semarang, para korban harus segera mendapat bantuan agar dapat beraktivitas normal lagi,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Suratno, seperti dirilis semarangkab.go.id.

Bantuan sembako juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar, yang bergotong royong membantu korban.

Dengan demikian kegiatan gotong royong itu tidak menambah beban pengeluaran warga yang tertimpa bencana.

Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha, saat sambutan menyampaikan rasa prihatin mendalam, atas musibah kebakaran dan bencana tanah longsor yang menimpa warganya.

Dia pun meminta para kepala desa dan camat, untuk mengingatkan warga tentang potensi besar kebakaran di musim kemarau saat ini.

Menurut dia, sudah ada puluhan kejadian kebakaran sepanjang tahun ini.

“Warga harus terus diingatkan untuk berhati-hati terkait instalasi listrik dan penggunaan api di dapur,” kata dia.

Kepada para kepala desa, Bupati Semarang juga meminta dapat menggunakan sebagian dana desa untuk membantu para korban bencana.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD, JuwairSuntara melaporkan bantuan uang tunai untuk 13 korban bencana tahap IV dan V tahun 2023 ini sebesar Rp 64 juta.

Warga menerima uang tunai sesuai dengan tingkat kerusakan rumah tinggalnya. Kondisi rusak ringan mendapat Rp3 juta, rusak sedang Rp5 juta dan rusak berat Rp10 juta.

“Sampai dengan pertengahan tahun ini total sudah disalurkan bantuan uang tunai Rp363 juta untuk 90 warga korban bencana,” terangnya.(HS-08)

Tak Ikut BPJS, Empat Warga di Kabupaten Semarang Terima Bantuan Biaya Rumah Sakit

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Jumat (28/7/2023)