HALO REMBANG – Pemkab Rembang berharap para peserta Perkemahan Wirakarya Daerah Jawa Tengah, dapat ikut mempromosikan pariwisata di Rembang, salah satunya Pagar Pelangi.
Harapan itu diungkapkan Ketua Kwarcab Rembang, Hasiroh Hafidz, dalam pembukaan kegiatan di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, tersebut belum lama ini.
Pembukaan Perkemahan Wirakarya, dilakukan Bupati Rembang H Abdul Hafidz, yang juga Ketua Mabicab Kwarcab Rembang, dengan memukul gentong berselimut kain batik tulis Lasem.
Perkemahan Wirakarya Daerah X ini, diikuti kwarcab se Binwil Pati dan Binwil Surakarta. Total ada 12 kabupaten yang ikut dalam kegiatan, yang digelar sampai Minggu, 19 Juni mendatang itu.
Lebih lanjut Hasiroh Hafidz mengatakan, perkemahan Wirakarya ini memberikan banyak manfaat untuk Rembang. Tak hanya di bidang kepramukaan, tetapi juga promosi wisata dan produk UMKM.
Selain itu juga dapat memotivasi bagi peserta agar lebih aktif lagi. Pasalnya mereka dapat bertemu dengan anggota pramuka dari 12 kabupaten.
Adapun manfaat yang lebih besar, yaitu sebagai sarana promosi wisata, salah satunya Pagar Pelangi di Desa Dadapan, persis di sebelah lapangan lokasi upacara pembukaan perkemahan dan destinasi wisata lainnya.
“Mereka bisa mengajak teman-temannya untuk datang ke sini, woro- woro. Pagar Pelangi semakin dikenal. Setelah pulang, mereka juga bisa jalan-jalan ke wisata lain, apalagi yang dari wilayah selatan jauh dari laut, mumpung di Rembang,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.
Dalam pembukaan kegiatan ini, juga dipamerkan berbagai produk UMKM lokal dari desa-desa. Sejumlah produk lokal yang dipamerkan dan dijual, di antaranya kerajinan sapu kelud, keripik pisang, minuman tradisional dalam bentuk serbuk yang sudah dikemas.
Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz, saat membacakan sambutan dari Ketua Kwarda Jawa Tengah, Siti Atiqoh, menyebut Pramuka merupakan wadah pembentukan karakter dan talenta pemuda.
“Saya berharap Pramuka bisa ambil bagian dalam pembangunan,” katanya.
Diharapkan melalui pramuka bisa menjadi rumah generasi muda yang ingin berkembang dan menjawab kebutuhan generasi sekarang yang hidup berdampingan dengan digitalisasi.
“Perubahan inovasi teknologi akan terjadi. Jika tidak melakukan terobosan, maka kita akan tergulung dengan perubahan itu,” jelasnya.
Dalam kegiatan perkemahan itu berbagai bantuan disalurkan kepada masyarakat. Adapun bantuan yang disalurkan yaitu bedah rumah tidak layak huni untuk sejumlah warga dan bantuan kursi roda. (HS-08)