HALO KENDAL – Setiap rumah sakit wajib memiliki tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Pasalnya, PKRS erat hubungannnya dengan kegiatan pelayanan kesehatan di mana kegiatannya tidak bisa dipisahkan dari pelayanan kesehatan rumah sakit.
Berdasarkan Permenkes Nomor 44 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit, PKRS adalah proses memberdayakan pasien, keluarga pasien, sumber daya manusia rumah sakit, pengunjung rumah sakit, dan masyarakat sekitar rumah sakit untuk berperan serta aktif dalam proses asuhan untuk mendukung perubahan perilaku dan lingkungan serta menjaga dan meningkatkan kesehatan.
Oleh karena itu, peran PKRS sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan, di mana sesuai dengan value penting dari kegiatan promosi kesehatan, yaitu membuat sasaran berdaya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Tim PKRS tidak bisa berjalan sendiri, dibutuhkan sinergi antarbagian dalam rumah sakit agar menghasilkan manfaat bagi pasien, keluarga pasien, pengunjung, sumber daya manusia, dan masyarakat di sekitar rumah sakit.
Dapat dikatakan kegiatan PKRS merupakan kegiatan tim yang melibatkan lintas profesi dan bagian yang mana masing-masing bagian harus berkoordinasi yang baik dan saling melengkapi.
Karena, tujuan dari kerja sama lintas profesi dan bagian ini untuk menghasilkan materi promosi kesehatan yang edukatif dan aplikatif serta terpercaya yang mana bisa menghindarkan kesalahan informasi kesehatan yang beredar di masyarakat.
Untuk itulah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Soewondo Kendal, secara rutin melaksanakan kegiatan PKRS, sebagai proses memberdayakan pasien, keluarga pasien, sumber daya manusia rumah sakit, pengunjung rumah sakit, dan masyarakat sekitar rumah sakit.
Kegiatan PKRS sekaligus dalam rangka peringatan Hari Penglihatan Sedunia tersebut dilaksanakan di ruang layanan drop in RSUD dr H Soewondo Kendal, Senin (9/10/2023).
Humas RSUD dr Soewondo Kendal, Sulistio mengatakan, PKRS merupakan upaya Rumah Sakit untuk meningkatkan kemampuan pasien, klien dan kelompok masyarakat.
“Sehingga pasien dapat mandiri dalam mempercepat kesembuhan dan rehabilitasinya, mandiri dalam meningkatkan kesehatan, mencegah masalah kesehatan, dan mengembangkan upaya kesehatan melalui pembelajaran sesuai sosial budayanya masing-masing,” terangnya.

Pengertian Katarak
Sementara itu, dr Kharisma Gyna.Edhita SpM, dokter spesialis mata RSUD dr Soewondo Kendal dalam kegiatan PKRS memberikan sosialisasi tentang penyakit mata katarak.
Dipaparkan, Katarak adalah suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan pada usia menginjak 50 tahun, yang awalnya tidak terasa mengganggu, namun lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan pandangan kabur dan tidak tajam. Perubahan lensa diawali dengan warna kuning kecoklatan ringan, tetapi semakin memburuk seiring dengan bertambahnya waktu.
“Penyebab katarak yang paling umum ditemui adalah akibat proses penuaan atau trauma dan akibat penyakit lain yang menyebabkan perubahan pada jaringan mata. Lensa mata sebagian besar terdiri dari air dan protein. Dengan bertambahnya usia, lensa menjadi semakin tebal dan tidak fleksibel,” terang dr Kharisma.
Dijelaskan, pada kasus katarak, dokter akan mendiagnosis dengan meninjau riwayat kesehatan dan gejala penderita, serta melakukan pemeriksaan mata yang menyeluruh, meliputi pemeriksaan lapang pandang, tes ketajaman penglihatan, dan pemeriksaan dengan menggunakan alat yang diarahkan dari samping mata, guna memperlihatkan kekeruhan pada lensa mata (shadow test).
Pemeriksaan tambahan lain yang juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis katarak, antara lain, pemeriksaan dengan alat slit lamp, yang memungkinkan dokter mata untuk melihat struktur di bagian depan mata kamu, pemeriksaan oftalmoskopi daerah retina, jika dicurigai adanya kelainan pada berbagai organ lain dalam mata dan tonometri aplanasi atau mengukur tekanan cairan di mata.
“Jika tidak segera diobati, tidak jarang katarak bisa menyebabkan kebutaan total. Katarak yang tidak diobati juga dapat menjadi hyper-mature, suatu kondisi yang membuatnya lebih sulit dihilangkan dan lebih mungkin menyebabkan komplikasi operasi katarak,” jelas dr Kharisma.
Pengobatan Katarak
Jika Katarak tidak terlalu mengganggu, mungkin hanya perlu mengenakan kacamata baru untuk membantu melihat lebih baik. Namun, jika katarak menyebabkan penglihatan semakin memburuk dan sulit menjalani aktivitas sehari-hari, prosedur operasi merupakan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah mata tersebut.
dr Kharisma mengungkapkan, jenis operasi Katarak Phacoemulsification atau Phaco Emulsifikasi adalah salah atau teknik operasi Katarak yang ampuh untuk menyembuhkan mata katarak.
“Operasi Katarak Phaco Emulsifikasi merupakan salah satu teknik operasi Katarak yang paling canggih dan modern. Sebagian besar orang atau dokter spesialis mata menyebut Operasi Katarak Phaco Emulsifikasi ini sebagai operasi katarak tanpa jahit,” ungkapnya.
Saat ini, Phaco Emulsifikasi merupakan operasi Katarak yang paling umum atau biasa disebut Operasi Katarak Phaco ini bertujuan sama dengan teknik Operasi Katarak lainnya. Yakni, untuk memperbaiki penglihatan pasien yang terganggu karena katarak.
“Operasi Katarak Phaco ini memiliki perbedaan mencolok dalam waktu proses tindakan dan manfaat yang dirasakan pasien setelah operasi katarak, yakni lebih nyaman dibandingkan teknik operasi katarak lain,” imbuhnya.
Sebagai dokter spesialis mata di RSUD dr H Soewondo Kendal,dr Kharisma menyebut untuk kasus katarak setiap tahunnya di Kendal mengalami peningkatan.
“Setiap hari kita mengerjakan operasi. Kalau sebulan itu sekitar 200-an pasien katarak yang kita tangani. Cukup banyak di Kabupaten Kendal. Dan perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa operasi katarak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, antara dr Kharisma dengan para pengunjung dan pasien di ruang drop in RSUD dr H Soewondo Kendal, yang sebagian besar mengeluhkan pandangan mata yang sudah kabur.(HS)