HALO JEPARA – Perempuan didorong turun tangan mengatasi kemiskinan, stunting, hingga kekerasan pada anak di Jepara.
Seruan itu disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, saat peringatan Hari Kartini, baru-baru ini.
Dalam sambutannya, Laila menegaskan peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni.
“Peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada simbol semata, tetapi harus menghidupkan kembali ruh pemikirannya,” kata dia, seperti dirilis jepara.go.id.
Ia meminta perempuan terlibat langsung dalam penanganan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“Perempuan Jepara harus hadir menyelesaikan persoalan nyata seperti kemiskinan, kekerasan, stunting, dan perkawinan anak, serta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah,” kata dia.
Laila juga mendorong penguatan peran perempuan di ruang publik. “Perkuat pula keterwakilan perempuan di ruang publik dan legislatif untuk pengambilan kebijakan dan menyuarakan aspirasi demi masa depan bangsa,” tuturnya.
Selain itu, dia mengajak masyarakat menjadikan Jepara sebagai pusat literasi Kartini.
“Jadikan Jepara pusat literasi Kartini. Ajarkan generasi muda keberanian berpikir dan semangat perubahan,” tuturnya.
Menurutnya, perempuan saat ini tidak lagi terbatas pada peran domestik. “Perempuan hari ini bukan lagi sekadar konco wingking yang terbatas pada ranah domestik,” ujarnya.
Ia menambahkan, perempuan perlu meningkatkan kapasitas diri dalam keluarga. “Tingkatkan kapasitas diri sebagai ibu sekaligus pendidik utama dalam keluarga melalui penguasaan ilmu pengetahuan,” kata dia.
Peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”.
Rangkaian kegiatan, diserahkan piagam penghargaan dan trofi kepada pemenang lomba pelayanan KB.
Juara pertama diraih Klinik Wahana Sejahtera PKBI Jepara, disusul Klinik Fatma Medika di posisi kedua, serta Puskesmas Donorojo di peringkat ketiga.
Usai penyerahan penghargaan, peringatan Hari Kartini dilanjutkan dengan lomba parade di teras Setda Jepara.
Pada saat bersamaan, panitia juga menyediakan layanan donor darah di paseban setempat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, jajaran Forkopimda Jepara, serta pimpinan perangkat daerah dan instansi terkait. (HS-08)


