in

Lewat Semangat Al Khidmah, Pemkab Sragen Perkuat Layanan bagi Warga Kurang Mampu

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas dalam kegiatan Majlis Dzikir wa Maulidurrasul Muhammad SAW, dalam rangka Haul Akbar Sragen 2026 dan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen, di halaman Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK), baru-baru ini. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Semangat Al Khidmah yang berarti melayani atau pelayanan, sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Nilai tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan Majlis Dzikir wa Maulidurrasul Muhammad SAW, dalam rangka Haul Akbar Sragen 2026 dan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen, di halaman Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK), baru-baru ini.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengatakan makna Al Khidmah tidak hanya relevan dalam kehidupan beragama, tetapi juga menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Sesuai dengan namanya, Al Khidmah berarti melayani atau pelayanan. Pemerintah Kabupaten Sragen juga berupaya ber-khidmah melalui berbagai program yang ditujukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang belum beruntung,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah program telah dijalankan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu. Di antaranya program pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga kurang mampu, penyandang disabilitas, veteran, serta guru berpenghasilan rendah.

Selain itu, Pemkab Sragen juga meluncurkan program pinjaman berbunga nol persen bagi masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan usaha.

“Program pinjaman bunga 0 persen ini menjadi salah satu bentuk pelayanan bagi warga kurang mampu yang ingin berusaha. Pinjaman maksimal Rp2 juta dapat dicicil hingga tiga tahun,” jelasnya.

Bupati Sigit berharap rangkaian haul dan majelis dzikir tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat Sragen sekaligus menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Semoga kita semua diberikan keberkahan dan dimudahkan dalam segala urusan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Jamaah Al Khidmah, H. Muhammad Uripan, menuturkan majelis dzikir memiliki peran penting sebagai ruang untuk memperkuat keimanan dan ukhuwah di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

“Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, penuh tantangan, kegelisahan, dan berbagai fitnah akhir zaman, manusia semakin membutuhkan tempat untuk menguatkan iman dan mempererat ukhuwah,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan dzikir dan maulid tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat.

Ratusan jamaah yang hadir tampak khusyuk mengikuti rangkaian dzikir dan pembacaan maulid.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda religius dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen, sekaligus momentum untuk meneguhkan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (HS-08)

 

 

BBGRM di Karimunjawa Dorong Pelestarian Lingkungan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

Lapas Wonogiri Tegaskan Komitmen Bebas dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan