in

Perdana, Bimas Kristen dan Katolik Berkolaborasi Gelar Festival Kasih Nusantara

Direktur Jenderal Bimas Kristen Kemenag RI, Jeane Marie Tulung. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG –  Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kemenag, menggelar Festival Kasih Nusantara 2025.

Giat ini menjadi puncak rangkaian perayaan Natal, yang digelar bersama ASN Kemenag yang beragama Kristen dan Katolik.

Acara ini merupakan kali pertama dilaksanakan secara terpadu oleh seluruh ASN Kemenag yang beragama Kristen dan Katolik.

“Momen ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena ini merupakan momen perayaan Natal yang pertama kali dilaksanakan secara bersama-sama seluruh ASN Kristen dan Katolik di lingkungan Kementerian Agama,” ujar Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, saat memberikan laporan di Sasana Kriya TMII, Jakarta, baru-baru ini.

Ia menjelaskan bahwa puncak rangkaian perayaan Natal tersebut, dikemas dalam kegiatan bertajuk Festival Kasih Nusantara 2025 dengan tema “C-Light, Christmas Love in God, Harmony Together.”

Sejak awal, rangkaian kegiatan ini juga diisi aksi nyata yang berdampak dan menyentuh kehidupan sosial masyarakat.

Aksi Sosial

Jeane memaparkan bahwa Festival Kasih Nusantara dimulai dengan berbagai aksi sosial lintas iman, salah satunya penyaluran 200 paket sembako kepada sejumlah panti asuhan dari berbagai latar belakang agama, antara lain Panti Asuhan Kristen Parapatan, Panti Asuhan Kristen Hati Bangsa, Panti Asuhan Islam Yayasan Cinta Yatim dan Duafa, Panti Asuhan Katolik Visensius Putri, Panti Asuhan Hindu Yayasan Yatim Piatu Ananta Nusantara, serta Panti Asuhan Buddha LPA Gunananda. Selain itu, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang didukung oleh tenaga medis dari Rumah Sakit Siloam.

Rangkaian Festival Kasih Nusantara juga dilaksanakan di berbagai daerah. Seminar bertajuk C-Light digelar di Surabaya, Manado, dan Sorong, sementara aksi kasih di Bandung diwujudkan melalui kegiatan bersih-bersih rumah ibadah serta berbagi dengan anak-anak panti asuhan.

Jeane turut menyoroti peran aktif Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, yang selama ini memberikan dukungan nyata, termasuk dalam membantu umat Kristen dan Katolik terkait pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah ibadah.

Perhatian terhadap masyarakat terdampak bencana juga menjadi bagian penting dari festival ini. Jeane menyampaikan bahwa pihaknya bersama Gugun Gumilar menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Aceh melalui Pembimas Kristen Provinsi Aceh.

Di provinsi tersebut, total 1.200 paket bantuan telah disalurkan, masing-masing 150 paket di Kota Banda Aceh, 850 paket di Kabupaten Aceh Tamiang, dan 200 paket di Kota Langsa.

Selain Aceh, bantuan sosial juga disalurkan di wilayah Sumatra lainnya. Di Provinsi Sumatra Utara misalnya, sebanyak 1.100 paket bantuan didistribusikan, meliputi 100 paket di Kota Medan, 600 paket di Kabupaten Langkat, serta 400 paket di wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga.

Aksi ini juga disertai dengan penguatan layanan sosial keagamaan dan pendampingan pastoral melalui Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.

Sementara itu, di Sumatra Barat, ada 1.000 paket bantuan yang didistribusikan dan dipusatkan di Kota Padang.

Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan di tiga provinsi tersebut mencapai 3.300 paket yang berisi 15 item kebutuhan pokok.

“Kami meyakini bahwa di tengah duka dan keterbatasan, kasih yang dihadirkan secara nyata akan menumbuhkan pengharapan dan kekuatan untuk bangkit kembali,” kata Jeane.

Wujudkan Harmoni

Jeane juga menyampaikan bahwa Festival Kasih Nusantara ini menjadi peneguhan komitmen Kementerian Agama untuk terus menjadi teladan dalam membangun kerukunan, cinta kemanusiaan, dan harmoni kehidupan berbangsa.

Harmoni yang dibangun bukanlah harmoni yang meniadakan perbedaan, melainkan menjadikannya sebagai kekuatan bersama dalam merawat persatuan.

“Perayaan ini menjadi peneguhan komitmen bersama bahwa Kementerian Agama akan terus menjadi teladan dalam membangun kerukunan cinta kemanusiaan dan harmoni kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Seluruh rangkaian Festival Kasih Nusantara 2025 menegaskan satu keyakinan bersama bahwa kasih adalah terang yang tidak hanya dirayakan dalam perayaan Natal, tetapi harus dihidupi dalam keseharian sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kiranya terang Kasih Natal terus menyala menguatkan persaudaraan dan memperkokoh harmoni bangsa,” kata dia.

Turut hadir dalam Festival Kasih Nusantara 2025, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Katolik Suparman, Penasihat DWP Helmi Nasaruddin Umar beserta Ketua DWP Sinarliati Kamaruddin Amin, Jajaran Pejabat Eselon 1 dan 2 beserta Staf Khusus, Staf Ahli, dan Tenaga Ahli Kementerian Agama, Pimpinan Aras Gereja, Pengurus Sinode, Perwakilan Kapolri, serta ASN dari umat Kristen dan Katolik di lingkungan Kementerian Agama. (HS-08)

Perda Fasilitasi Pengembangan Pesantren Disahkan, Wali kota Agustina Siapkan Perwal

Menag Sebut Festival Kasih Nusantara Ruang Bangun Solidaritas Bangsa