in

Pengerjaan Jembatan Butuh di Sragen Selesai, Senin Siap Diresmikan

Jembatan Butuh penghubung Desa Pilang, Kecamatan Masaran dengan Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, telah selesai. Menurut rencana, jembatan itu Senin (6/1/2025) mendatang akan diresmikan oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Pembangunan Jembatan Butuh, penghubung Desa Pilang, Kecamatan Masaran dengan Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, telah selesai dan Senin (6/1/2025) mendatang akan diresmikan oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Jembatan merah-putih sepanjang 150 meter itu, terlihat megah melintang di atas Sungai Bengawan Solo.

Pembangunan jembatan penghubung   2 kecamatan tersebut merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, yang diharapkan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bupati Yuni yang mendapat kabar saat masih umroh di Tanah Suci Mekkah pun menyambut gembira.

Menurut Bupati proyek jembatan itu sangat penting, tidak hanya bagi warga Sragen namun bagi penggunanya.

Karena bisa mempersingkat jarak tempuh dari Wilayah Plupuh ke Wilayah Kecamatan Masaran yang sudah dekat dengan Kecamatan Sidoharjo dan Sragen kota.

“Alhamdulillah doa kami dikabulkan, jembatan Butuh tinggalan di masa akhir jabatan Ibu. InsyaAllah bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Sragen,” ujar Bupati, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Sebelum ada jembatan itu, warga Plupuh yang akan menuju Masaran atau sebaliknya, harus memutar melewati Desa Pringanom, Masaran yang jaraknya relatif jauh sekitar 5 kilometer.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga DPU Kabupaten Sragen, Aribowo Sulistyono menjelaskan seluruh komponen jembatan sudah terpasang. Lantai jembatan juga sudah diaspal.

Dia mengatakan proses pekerjaan jembatan ini, dilaksanakan dalam 315 hari dan berakhir pada 31 Desember 2024 lalu, dengan hasil akhir 97,3%.

Kami membayarkan setelah dikurang retensi 5% sehingga hanya 92,3% yang mampu.

“Setelah PHO mampu mengatasi kekurangannya setelah anggaran digedok di APBD Perubahan 2025 ,” kata Aribowo.

Panjang jembatan 150 meter tersebut terbagi atas tiga bentang, masing-masing 50 meter per bentang. Sedangkan lebar jembatan efektif, jelas Aribowo, 6 meter, jika sepanjang trotoar total lebar 7,2 meter. (HS-08)

DLH Blora Gas Pol Kembangkan Tanaman Alpukat

Mulai 6 Januari 2025, Kendaraan Parkir di Kawasan Alun-alun Pancasila Kebumen Ditarik Retribusi