in

Pengangguran Tinggi, Pemkot Solo Punya SDC

 

HALO SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta memiliki program Forum Skill Development Center (SDC), hasil kerja bersama Bappenas, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Tenaga Kerja.

Dengan program tersebut, diharapkan persoalan pengangguran, yang mencapai sekitar 22 ribu orang dari total penduduk 522.364 jiwa.

Hal itu diungkapkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Surakarta Agus Sutrisno SDC, ketika berdiskusi dengan Komisi E DPRD Provinsi Jateng di Kantor Disnaker Kota Surakarta, Selasa (4/1/2021).

Forum SDC merupakan program untuk mempersiapkan tenaga kerja yang belum mempunyai skill, agar dapat memenuhi persyaratan lowongan kerja. Program SDC, juga merupakan pengentasan pengangguran, untuk tingkat pendidikan SLTA ke bawah.

“Artinya, kualitas tenaga kerja kurang, sehingga tidak terserap. Itu adalah tugas pemerintah Surakarta untuk mengentaskan. Karena, pengangguran adalah potensi dari bencana sosial,” kata dia, seperti dirilis dprd.jatengprov.go.id.

Menurut dia, banyaknya pengangguran di Kota Surakarta, terjadi karena banyak yang dirumahkan dan di PHK, akibat dampak pandemi Covid-19.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng, Sony Sumarsono menanyakan upaya pemerintah untuk mengurangi pengangguran di Kota Surakarta.

“Pelatihan-pelatihan SDC sendiri mendapat bantuan dari mana saja ? Bagaimana respons warga Surakarta dengan adanya forum ini ?” kata dia, didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jateng Sakinah.

Anggota Komisi E lainnya, Ida Nurul Farida, menyarankan Forum SDC itu sebaiknya bisa merata ke semua daerah. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri.

“SDC itu diperlukan ya supaya tenaga kerja yang nanti dikirim ke luar negeri tidak hanya menjadi ART (Asisten Rumah Tangga), melainkan bisa menjadi tenaga ahli di sana. Karena, untuk disini pun, tenaga kerja juga harus bersaing dengan tenaga kerja asing,” kata Ida.

Anggota Komisi E, dokter Messy Widyastuti, juga menambahkan pelatihan live skill perlu diberikan kepada calon ART. “Karena, belum ada yang memperhatikannya ke arah sana,” ujar Messy.

Menanggapi Dewan itu, Agus Sutrisno menjelaskan bahwa program SDC tersebut bekerjasama dengan sejumlah pihak. Beberapa diantaranya pengusaha, akademisi, dan Lembaga Pelatihan dan Ketrampilan (LPK) yang memiliki kompetensi.

“Untuk di Surakarta, anak muda tidak tertarik industri manufaktur, tetapi lebih tertarik wirausaha dan bidang teknologi informasi (TI). Pernah ada pelatihan garmen dan pertukangan, sampai waktu habis nggak ada yang daftar. Tetapi untuk digital marketing, wirausaha banyak yang ikut,” kata Agus.

Dalam digital marketing itu, di Kota Surakarta sudah diresmikan Hetero Space untuk mendukung usaha di bidang TI.

“Jadi mungkin nanti sesuai arahan Mas Wali Kota, di Surakarta arahnya mungkin lebih ke pembentukan wirausaha baru, seperti kemarin diresmikannya Hetero Space Surakarta untuk program digitalisasi marketplace yang diresmikan Mas Wali Kota Gibran bersama Pak Gubernur Ganjar,“ jelasnya. (HS-08)

Diskusi dengan Disdukcapil Boyolali, DPRD Jateng Singgung Duplikasi Data Kependudukan

Kunjungi Pasar Purwodadi, Presiden Jokowi Ingatkan Jalankan Protokol Kesehatan