HALO DEMAK – Pemerintah memaksimalkan upaya pemompaan genangan air, guna mempercepat penanganan banjir, yang melanda Kabupaten Demak sejak Rabu (13/3) lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, melalui bnpb.go.id, menyebutkan bahwa tim gabungan telah mengaktifkan pompa sejak Rabu (20/3/2024).
Adapun hingga Sabtu (23/3/2024), terdapat lebih dari 30 pompa, tersebar di beberapa lokasi di antara lain sebanyak 6 lokasi di Kecamatan Demak Kota, dua lokasi di Kecamatan Karanganyar, dan satu lokasi di Desa Lempuyang.
Beberapa pompa lainnya juga akan menyusul diaktifkan, agar genangan bisa segera surut.
Selain dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, unit-unit pompa tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Kabupaten Jepara, BPBD Kabupaten Kudus, BPBD Kabupaten Semarang, BPBD Kota Surakarta, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Upaya pemompaan ini dimasifkan setelah penanganan beberapa titik tanggul yang jebol berhasil ditutup.
Hingga Sabtu (23/3) dilaporkan titik tanggul jebol yang menunjukkan progres penanganan antara lain tanggul sungai Wulan (Mbugel) sudah tertutup serta tanggul Norowito sudah terbendung sepanjang delapan meter dari total 30 meter panjang jebol tanggul.
BNPB juga memperpanjang operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hingga tanggal 27 Maret 2024, dalam rangka mendukung penanganan darurat banjir Demak.
Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi iklim dan cuaca di wilayah Jawa Tengah terdapat potensi pertumbuhan awan hujan kategori tinggi (>70%) di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah.
Tiga upaya penanganan banjir Demak diatas menunjukkan hasil dengan turunnya ketinggian air di wilayah Demak Kota dan Kecamatan Karanganyar. Meskipun demikian, kondisi jalur pantura Demak-Kudus belum bisa dilalui. Arus lalu lintas untuk sementara dialihkan melalui Welahan dan Grobogan.
Pengungsi Berkurang
Laporan termutakhir yang dihimpun Pusdalops BPBD Kabupaten Demak pada Sabtu (23/3), terjadi penurunan jumlah pengungsi yang sebelumnya tercatat sebanyak 17.078 jiwa pada Jumat (22/3) turun menjadi 14.852 jiwa.
Para pengungsi yang masih bertahan tersebar di 110 titik pengungsian, terdiri dari 11.767 jiwa di Kecamatan Karanganyar, 1.597 jiwa di Kecamatan Sayung, 36 jiwa di Kecamatan Wonosalam, 60 jiwa di Kecamatan Karangtengah, 501 jiwa di Kecamatan Demak, 891 jiwa di Kecamatan Gajah, dan 1.614 jiwa di Kabupaten Kudus.
Guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, Pemkab Demak membuka dapur umum di 25 titik lokasi. Dukungan bantuan kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas juga terus dilaksanakan di lokasi pengungsian. (HS-08)