in

Pemkot Semarang Serahkan Bantuan Warga Terdampak Banjir Total Rp 1,6 Miliar

Plt Wali Kota Semarang, Heveaita Gunaryanti Rahayu saat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir di Perumahan Wahyu Utomo, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang memberikan Bantuan sosial Tidak Terduga (BTT) untuk meringankan beban ribuan warga yang terdampak banjir pada Minggu (6/11) lalu. Adapun total besaran anggaran yang diberikan sebesar Rp 1,6 miliar.

Bantuan BTT ini diberikan kepada 95 kepala keluarga di Perum Wahyu Utomo, Kelurahan Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan. Lalu, ada 390 penerima manfaat di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, dan 731 keluarga di Kecamatan Tugu.

Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, anggaran pemerintah ini berupa anggaran BTT, syaratnya dikeluarkan untuk kejadian yang tidak terduga

Mbak Ita nama sapaannya, menjelaskan sebelumnya telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda), Iswar Aminuddin agar anggaran yang dikeluarkan sesuai ketentuan. Apalagi banyak barang-barang warga yang rusak, karena terendam air, dan rumah rusak. Sehingga bantuan uang tunai menurutnya bisa meringankan beban warga terdampak banjir.

“Ada aturannya yang diatur dalam Perwal Nomor 74 tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD untuk memberikan bantuan ini. Sementara untuk pencairannya menggunakan Perwal Nomor 75 tahun 2021,” jelasnya, Senin (14/11).

Sesuai dengan aturan itu, BTT kepada korban banjir kemudian dicairkan sebesar Rp 1,6 miliar yang dibagikan kepada warga terdampak, sesuai dengan tingkat keparahan banjir dan dampak dari bencana tersebut.

Dari data yang ada, 91 warga di Wahyu Utomo mendapatkan bantuan masing-masing Rp 5 juta. Empat warga lainnya masing-masing Rp 10 juta. Jumlah totalnya sebesar Rp 495 juta.

“Di Wahyu Utomo ini menurut kami parah, karena dampaknya banyak rumah rusak dan barang-barang dan kendaraan yang hanyut,” katanya.

Sementara itu, untuk di Kelurahan Wonosari ada 390 penerima 288 penerima mendapatkan bantuan Rp 1 juta, dan dua orang lainnya Rp 2,5 juta. Untuk di kecamatan Tugu ada 731 warga yang terdampak, masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta.

“Bantuan uang ini bisa digunakan korban banjir, misalnya untuk mengganti barang- barang rusak. Karena di lapangan, warga yang sambat nggak bisa masak karena kompornya rusak,” pungkas Ita.

Camat Ngaliyan, Muljanto mengatakan, warga yang kondisinya rumahnya rusak berat diberikan bantuan Rp 10 juta, ada sebanyak empat warga. Sedangkan yang rusak ringan, ada yang mendapatkan Rp 1-5 juta masing-masing warga terdampak. (HS-06)

Ganjar Dorong Pemerintah Review Dasar Penetapan UMP

Kota Pekalongan Diprediksi Tenggelam, Ganjar: Tindakannya Harus Ekstra