HALO SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana membangun Masjid Agung di Kecamatan Mijen. Untuk merealisasikan rencana pembangunan masjid tersebut, akan digelontorkan anggaran sebesar Rp 10 miliar yakni untuk penataan lahan pembuatan fondasi awal bangunan.
Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru), M Irwansyah menjelaskan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap, dengan konsep Masjid Agung dan sebagai pusat peradaban agama Islam di daerah Mijen.
“Tahun 2023 ini kita anggarkan sebesar Rp 10 miliar, untuk proses lelang pertama berupa penataan lahan fondasi dan lainnya,” terangnya, Rabu (21/6/2023).
Irwansyah menambahkan, diperkirakan letak masjid ini ada di daerah Bukit Semarang Baru, atau depan kantor Sabhara Polda Jateng. Nantinya, dengan luasan Masjid Agung sendiri sekitar 2,5 hektare, di mana sebesar 40 persennya adalah ruang terbuka hijau (RTH).
“Untuk konsep bangunannya menggunakan green building. Secara keseluruhan untuk pembangunan masjid membutuhkan anggaran Rp 150 miliar yang dibangun secara bertahap,” paparnya.
Selain Masjid Agung, Pemkot juga merencanakan pembangunan pusat pemerintahan di sekitar Mijen. Dari informasi yang dihimpun, rencana ini membutuhkan total luas lahan sekitar 24 hektare.
“Rencana ke depan, akan dibangun Kantor Balai Kota Semarang. Nanti juga ada pusat kegiatan olahraga dan lainnya,” jelasnya.
Sementara jika pemkot jadi merelokasi kantornya ke Mijen, bekas bangunan atau kantor Balai Kota Semarang yang di Jalan Pemuda kemungkinan besar akan dibuat city hall dan ruang terbuka hijau (RTH).(HS)