Pemkot Gratiskan Penggunaan Panggung Budaya di Taman Indonesia Kaya

Panggung budaya Taman Indonesia Kaya Semarang telah resmi dibuka pada Oktober 2018 lalu.

HALO SEMARANG – Adanya anggapan beberapa taman kota belum terawat secara optimal, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan pemukiman (Disperkim) menegaskan pemeliharaan tanaman dan kebersihan semua taman kota dan hutan kota, termasuk di Taman Indonesia Kaya yang berada di Jalan Menteri Supeno atau dikenal Taman KB yang diresmikan pada Oktober 2018 lalu, adalah tanggungjawab dari pemkot.

Misalnya, ada tanaman yang kering, rusak ataupun gangguan dari segi keamanannya.
“Khusus untuk Taman Indonesia Kaya, pihak Djarum Foundation sebagai pengelola juga ikut mengawasinya, kami selalu berkoordinasi dengan Djarum. Lalu untuk keamanannya dengan melibatkan Satpol PP dan petugas kebersihan yang ditugaskan untuk menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada di sana,” terang Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Ali, Senin (10/6/2019).

Sedangkan untuk pemakaian dan peminjaman fasilitas panggung budaya di Taman Indonesia Kaya, dapat digunakan oleh warga tanpa dipungut biaya atau gratis. Namun ada kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi peminjam seperti jika ada kerusakan fasilitas atau yang lainnya, itu menjadi tanggung jawab peminjam.

“Sebelum Libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H kemarin, ada pelajar yang mengajukan pemakaian fasilitas yang ada. Namun untuk persetujuan bisa atau tidaknya menggunakan fasilitas di sana, tetap ada persetujuan dari pihak Djarum,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Taman Indonesia Kaya Semarang dibangun oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, dengan memakan waktu selama 11 bulan.

Taman Indonesia Kaya ini sengaja diperuntukkan  kepada para seniman dan pekerja seni di Jawa Tengah pada umumnya dan Semarang khususnya untuk pentas seni dan pertujukan budaya. Untuk informasi lebih lanjut tentang peminjaman dan penggunaan Taman Indonesia Kaya, bisa mengirimkan email di taman@indonesiakaya.com.

Adapun fasilitas Taman Indonesia Kaya memiliki beberapa fasilitas yang dapat dikunjungi, seperti Panggung Budaya yang dibangun dengan 2 sisi yang dapat digunakan.

Sisi pertama, menghadap SMA N 1 dapat digunakan untuk pementasan dengan kapasitas ± 200 orang dan sisi menghadap kantor gubernur dapat menampung ± 800 orang. Lalu ada Taman Pandawa Lima yang dibuat oleh Komroden Haro, Pelataran Penikmat Seni, Amphitheater, Area Hijau, Gerbang Mural karya 5 seniman muda Semarang (Puthut Aldoko Wilis, Arief Hadinata, Azis Wicaksono, Guruh Indra W dan Muhammad So’if).

Serta Air Mancur Menari yang dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang yang dapat bergerak selaras dengan alunan musik klasik dan lagu-lagu perjuangan Indonesia.

Sementara untuk Pelataran Penikmat Seni Amphitheater berkapasitas 1.000 pengunjung yang dilengkapi dengan sarana pendukung pertunjukan. Seperti ruang ganti penampil dengan pendingin ruangan, serta toilet umum dan disabilitas.

“Ke depan Taman Indonesia Kaya akan menampilkan ragam seni pertunjukan yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Dengan adanya Taman Indonesia Kaya ini, diharapkan seni pertunjukan Indonesia dapat lebih maju dan lebih berkembang di tanah air kita,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, belum lama ini.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.