in

Pemkab Tegal Gelar Dialog Interaktif di Kedungsukun, Warga Ini Keluhkan Banjir pada Bupati

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman dalam dialog dengan warga di Kedungsukun. (Foto : tegalkab.go.id)

 

HALO TEGAL – Warga Desa Kedungsukun mengeluhkan persoalan genangan dan banjir di wilayahnya, setiap musim hujan tiba.

Keluhan itu disampaikan Suharjo, warga setempat dalam Dialog Interaktif dan Diseminasi Informasi kepada Masyarakat Desa Kedung Sukun, Kecamatan Adiwerna, di Gedung Serbaguna Desa Kedungsukun, belum lama ini.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Merry Hany tersebut, menjadi ruang bagi masyarakat, untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan, kebutuhan, maupun usulan pembangunan kepada Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman.

Menurut Suharjo, genangan dan banjir masih terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Menurutnya, kawasan di bagian selatan gedung serbaguna menjadi salah satu lokasi yang terdampak, dengan sekitar tujuh keluarga ikut merasakan dampaknya.

Ia menjelaskan, saluran air dari arah perempatan saat ini sudah tidak berfungsi optimal. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi kelancaran aliran air ketika hujan turun.

Atas kondisi tersebut, Suharjo mengusulkan pembangunan saluran air baru dari kawasan pasar hingga perempatan dengan panjang sekitar 400 meter.

“Mohon Pak Bupati, untuk tahun anggaran 2026–2027 bisa diadakan saluran air dari pasar sampai perempatan, kurang lebih sepanjang 400 meter,” kata dia, seperti dirilis tegalkab.go.id.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa sebelumnya, Bupati bersama rombongan diajak warga melihat sekaligus memanen pisang cavendish yang menjadi salah satu produk unggulan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedungsukun.

“Tadi sore kami diajak panen pisang cavendish, produk unggulannya BUMDes. Jadi kami tadi panen pisang cavendish dan langsung merasakan nikmatnya pisang cavendish produk BUMDes Desa Kedungsukun,” ujar Ischak.

Potensi ekonomi desa tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam upaya mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi masyarakat.

Pengembangan produk unggulan desa juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran BUMDes dalam menggerakkan perekonomian lokal.

Setalah sambutan dari Bupati kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif, di mana. warga secara bergantian menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Aspirasi tersebut menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam dialog. Bupati Tegal menanggapi langsung berbagai masukan yang disampaikan masyarakat.

Sementara untuk persoalan yang membutuhkan penjelasan teknis maupun kewenangan perangkat daerah, Bupati didampingi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memberikan penjelasan kepada warga.

Dialog interaktif tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi dari pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dua arah.

Pemerintah memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa, sementara warga mendapatkan kesempatan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah secara terbuka.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan pentingnya komunikasi langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik dan memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.

Bagi masyarakat Desa Kedungsukun, forum dialog menjadi kesempatan untuk membawa berbagai persoalan yang selama ini dibahas di lingkungan masing-masing ke ruang komunikasi bersama pemerintah.

Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan persoalan maupun perencanaan pembangunan daerah. (HS-08)

 

 

Kejuaraan Renang Antarsekolah di Batang Gaet Atlet dari Empat Daerah

Plt Bupati Pemalang Dorong BPR BKK Terus Berkontribusi bagi Perekonomian Daerah