in

Pemkab Purbalingga Siapkan RSUD Goeteng Taroenadibrata Sebagai RS Khusus Covid-19

Rapat Paripurna DPRD Acara Persetujuan Bersama Terhadap Raperda Tentang RPJMD Tahun 2021-2026, Senin (19/7) di Ruang Rapat DPRD. (Foto : Purbalinggakab.go.id)

 

HALO PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga, berupaya mengantisipasi peningkatan jumlah pasien Covid-19 dengan mempersiapkan RSUD Goeteng Taroenadibrata sebagai rumah sakit darurat rujukan khusus penyakit tersebut.

Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan mengingat tingkat keterisian atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD hampir penuh.

“Kami mempersiapkan Rumah Sakit Khusus Covid-19. Akan kami tunjuk RSUD Goeteng Taroenadibrata. Sehingga nanti pasien yang non Covid-19 akan dialihkan ke RSUD Panti Nugroho atau RS swasta yang ada,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM, seperti dirilis Purbalinggakab.go.id.

Persiapan yang dilakukan meliputi tenaga kesehatan, termasuk sarana dan prasarana. Dia berharap akhir Juli ini sudah siap menjadi RS Darurat Rujukan Khusus Covid-19 Kabupaten Purbalingga.

Sementara itu untuk mengatasi kelangkaan oksigen, Pemkab Cilacap akan bekerja sama dengan pihak ketiga. Upaya ini penting karena stok oksigen di sejumlah rumah sakit di Purbalingga mulai terbatas.

Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di daerah lain dan setiap daerah tentu berebut stok. Untuk mengatasi hal tersebut, tidak cukup dengan koordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat, melainkan diperlukan terobosan.

“Oleh karenanya kami upayakan kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem kerja sama operasional (KSO), dalam hal pengadaan oksigen di Kabupaten Purbalingga, sehingga nantinya tidak ketergantungan stok oksigen dari pemerintah pusat maupun provinsi,” imbuhnya.

Terkait banyaknya jumlah kematian akibat Covid-19, diakui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku tim pemulasaran dan pemakaman jenazah mulai kewalahan. Oleh karenanya masing-masing desa diminta untuk membentuk petugas pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19.

“Petugas nantinya mendapatkan pelatihan dari BPBD dan Puskesmas sehingga terkaitan pemulasaran dan pemakaman tetap tidak terhambat dan sesuai protokol kesehatan,” katanya.

Ketika memberi sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Acara Persetujuan Bersama Terhadap Raperda Tentang RPJMD Tahun 2021 – 2026, Senin (19/7) di Ruang Rapat DPRD, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM juga mengemukakan skenario perpanjangan PPKM darurat.

“Pemkab Purbalingga sudah mempersiapkan skenario pemberian Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi komunitas/masyarakat yang terdampak Covid-19,” katanya. (HS-08).

Share This

PPKM Darurat Diperpanjang, Perwira Pertamina Cilacap Bagikan 1.442 Paket Sembako

Bupati Pekalongan : Idul Kurban Sangat Ditunggu Masyarakat