HALO BLORA – Jumlah penduduk miskin yang lumayan besar si Kabupaten Blora, dijadikan sebagai tantangan yang harus diselesaikan oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blora, Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati,
Bupati Blora, Arief Rohman dalam Resepsi HUT Ke-274 Kabupaten Blora di Lapangan Kridosono, belum lama ini, mengatakan persentase penduduk miskin di Kabupaten Blora pada tahun 2023 sebesar 11,49 %, menempatkan Blora pada urutan 23 dari 35 kabupaten kota.
Berbagai upaya pun dilakukan, agar angka tersebut dapat turun, setidaknya menjadi 11,12%,
Beberapa di antaranya adalah dengan membangun Rumah Layak Huni sebanyak 1.966 unit, menggunakan anggaran Rp35.027.500.000.
“Dari sisi kesehatan, dapat saya sampaikan bahwa, antara lain, Puskesmas Randublatung yang berubah statusnya menjadi Rumah Sakit tipe D, progress gedung IBS sudah 95% dan gedung penunjang sudah 100, sehingga direncanakan akan soft launching pada Februari 2024,” bebernya, seperti dirilis blorakab.go.id.
Selanjutnya, terkait pembangunan RS Bhayangkara di Desa Jagong, Kecamatan Kunduran, proses gedung pelayanan telah 100% dan gedung penunjang masih on process.
Selanjutnya akan dilaksanakan soft launching pada akhir Januari 2024. Arief Rohman mengharapkan keberadaan fasilitas kesehatan di Blora selatan dan Blora barat ini, mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Terkait kasus kematian ibu dan kematian bayi, pada tahun 2022 terjadi 10 kasus kematian ibu, dan 2023 terjadi 13 kasus. Untuk kasus kematian bayi terjadi penurunan, pada tahun 2022 ada 118 kasus, dan tahun 2023 sebanyak 99 kasus.
Untuk kasus stunting di Kabupaten Blora juga terjadi penurunan. Pada tahun 2022 sebanyak 3.581 kasus (7,70%), dan tahun 2023 sebanyak 2.930 kasus (6,31%).
Kerja sama lintas OPD juga telah dan akan terus dilakukan, sebagai upaya keroyokan mencegah dan menanggulangi stunting di Kabupaten Blora.
Dikatakan lebih lanjut oleh Bupati Blora, Reforma Agraria juga telah sukses dilaksanakan di Blora. Pemerintah Kabupaten Blora bersama BPN telah memfasilitasi penyelesaian status tanah di Kawasan Wonorejo berdasarkan Keputusan Menteri ATR BPN nomor: B/HT.02/218/II/2023 perihal Tindak Lanjut Permohonan Rekomendasi/ Persetujuan.
“Pada 10 Maret 2023 lalu, di Kesongo, Bapak Presiden telah menyerahkan 1.043 sertipikat HGB kepada penerima. Itu adalah tahap I. Alhamdulillah pada Agustus 2023 lalu telah dilaksanakan tahap II, ada 80 sertipikat yang dibagikan. Jadi, keseluruhan sudah terbit sebanyak 1.123 sertipikat. Dengan demikian permohonan atas status tanah HGB sudah selesai dan tetangani dengan baik,” ungkapnya.
Terkait perhutanan sosial, telah terbit Sertifikat Kelompok Tani Hutan sebanyak 18 buah untuk 2.939 keluarga, dengan luasan total 2.560 ha.
Hal ini dapat diwujudkan tentunya karena adanya kerja sama yang baik dan sinergi antara Kementerian ATR/ BPN melalui Kantor Pertanahan ATR/ BPN Kabupaten Blora dengan Pemerintah Kabupaten Blora, serta semua pihak terkait.
Dengan penyerahan sertifikat tanah ini, dokumen resmi menjadi jelas. Hal ini sangat membantu masyarakat, sehingga tanah tersebut menjadi lebih berdaya guna.
Dengan kejelasan status tanah yang ditempati tersebut pemerintah berharap masyarakat lebih tenang, karena sertifikat tersebut pun bisa juga digunakan sebagai agunan kredit di bank pemerintah maupun swasta.
Sertifikat HGB ini berjangka waktu kepemilikan selama 30 tahun dan dapat diperpanjang 20 tahun, kemudian dapat diperbaharui lagi selama 30 tahun.
Penghargaan
Di penghujung tahun 2023, Bupati Blora, Arief Rohman juga menyampaikan penghargaan yang telah diterima oleh Kabupaten Blora, yaitu:
- Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih 9 kali berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI;
- Kabupaten Layak Anak Peringkat Madya Tahun 2023 dari Kementerian PPPA RI;
- Swasti Saba Pradapa, Kabupaten/ Kota sehat Tahun 2023 dari Kementerian Kesehatan RI;
- Best Practice Pemberian PMT Berbahan Pangan Lokal dari Kementerian Kesehatan RI untuk UPTD Puskesmas Tunjungan;
- Bebas Stunting Award 2023 dari Kementerian Desa PDTT RI untuk Desa Nglandeyan.;
- Public Services Of The Year Jawa Tengah Tahun 2023 dari Markplus Institute untuk UPTD Puskesmas Japah;
- Kabupaten Terinovatif pada Innovative Government Award (IGA) 2023 dari Kementerian Dalam Negeri RI;
- Anugerah Meritokrasi KASN 2023 dari Komisi Aparatur Sipil Negara;
- Penghargaan Kantor Regional I BKN Yogyakarta atas Penyelenggaraan Seleksi CASN Tahun 2023 dengan Metode CAT BKN secara Mandiri di Tilok UNS Surakarta;
- Juara ke-13 Lomba Desa Wisata Nusantara tahun 2023 kategori Desa Sangat Tertinggal/ Tertinggal/ Berkembang dari Kementerian Desa PDTT RI untuk Desa Bangsri;
- Desa Sambongrejo masuk dalam 75 besar pada Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI;
- Desa Sambongrejo Juara Harapan 4 Desa Wisata Berkembang pada Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI;
- Peringkat V Media Center Terbaik Kabupaten/ Kota Kontribusi Berita dari Kementerian Kominfo RI;
- Peringkat VIII Media Center Terbaik Kontribusi Foto Kementerian Kominfo;
- Akreditasi Paripurna Rumah Sakit RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dari KARS dan Kementerian Kesehatan;
- Akreditasi A dari Kepala Perpusnas untuk Dinas Perpustakaan Kearsipan;
- Penghargaan Manggala Karya Kencana Tahun 2023 dari Kepala BKKBN;
- Juara 2 Tingkat Nasional Kategori Pasangan KB Lestari 20 Tahun dari BKKBN;
- Pasar tertib ukur untuk Pasar Mulyorejo dari Kementerian Perdagangan RI;
- Penghargaan sebagai kategori terbaik dari program kartu tani BRI dalam rangka implementasi kartu tani terbaik klaster 2;
- Sekolah Adiwiyata dari Kementerian LHK RI untuk SMP Negeri 1 Sambong;
- Pemecahan rekor MURI menggambar di atas kertas koran terbanyak untuk peserta didik PAUD, 29 ribu peserta secara serentak.
Selain itu masih ada peghargaan-penghargaan lain yang diterima Kabupaten Blora, baik regional maupun nasional.
“Pada kesempatan ini, saya mengajak semua pihak, Forkompimda, Pimpinan Dewan yang terhormat, teman-teman Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora, untuk mewakafkan diri kita menjadi pelayan masyarakat Blora. Untuk itu, mari cancut taliwondo, holopis kuntul baris, Sesarengan Mbangun Blora,” tuturnya. (HS-08)