in

Pemerintah Alokasikan 164,4 Triliun untuk Program Ketahanan Pangan

Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Foto: dpr.go.id)

 

HALO SEMARANG – Presiden RI Prabowo Subianto akan mengalokasikan Rp 164,4 triliun untuk program ketahanan pangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Presiden Prabowo mengatakan pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran pendidikan pada RAPBN 2026 sebesar Rp 757,8 triliun.

“Secara keseluruhan Rp 164,4 triliun akan kita alokasikan di 2026 untuk penguatan ketahanan pangan nasional,” kata Prabowo, dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Selain itu, Prabowo akan mengalokasikan Rp 22,7 triliun untuk Bulog melakukan tugasnya.

Mantan Menteri Pertahanan ini juga meminta agar ketahanan energi diperkuat dengan meningkatkan produksi gas dan minyak.

“Perkuat ketahanan energi untuk kedaulatan bangsa, produksi minyak dan gas kita, kita tingkatkan,” kata dia seperti dirilis dpr.go.id.

Prabowo meminta Indonesia dapat menjaga harga energi dan mempelopori transisi energi bersih.

“Harga energi kita jaga, dan transisi menuju energi bersih kita percepat,” kata Prabowo.

“Subsidi energi harus adil dan tepat sasaran, bukan lagi dinikmati oleh mereka yang mampu,” imbuhnya.

Sementara untuk sektor pendidikan Prabowo menilai jumlah tersebut yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Pasalnya pendidikan merupakan instrumen penting untuk memberantas kemiskinan.

“Kita wujudkan pendidikan bermutu untuk SDM unggul yang berdaya saing global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo meminta agar anggaran pendidikan tepat sasaran. Anggaran itu akan dialokasikan untuk peningkatan kualitas guru, memperkuat pendidikan vokasi, serta menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.

“Pemerintah siapkan beasiswa untuk siswa dan mahasiswa. KIP untuk 1,2 juta mahasiwa dan peningkatan fasilitas sekolah kampus alokasinya sebesar Rp 150,1 triliun,” kata Prabowo.

“Untuk gaji guru, penguatan kompetensi, dan kesejahteraan guru/dosen alokasinya Rp 178,7 triliun,” kata dia.

Selain itu, tunjangan profesi guru non-PNS dan ASN daerah akan disiapkan secara memadai pada anggaran pendidikan 2026.

Prabowo juga mengatakan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda dan Garuda Transformasi akan diperkuat sebagai jembatan pembangkit harapan bagi anak-anak miskin dalam meraih pendidikan terbaik.

Pemerintah juga akan mendorong penyaluran beasiswa LPDP yang lebih masih dengan destinasi berbagai universitas di dunia. (HS-08)

Singgung Indonesia Gelap dan One Piece, Puan Mahatani : Kritik Kreatif dari Masyarakat Diberi Ruang Seluas-luasnya

Syukuri Kemerdekaan, Menag Doakan Indonesia Jadi Negeri Indah dan Penuh Berkah