HALO KENDAL – Meski bukanlah seorang juragan maupun tuan tanah, namun Subari, seorang petani di Desa Kalibareng, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, telah menghibahkan lahan seluas 1.800 meter persegi untuk dibangun embung yang akan mengairi sawah-sawah di desanya.
Kini embung yang dibangun dengan anggaran dari Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 3,4 miliar tersebut, mencapai 40 persen.
Menurut Subari, hibah sawah untuk pembagunan embung ini demi kelancaran panen para petani, mengingat pada musim kemarau banyak petani gagal panen akibat kekurangan air.
“Awalnya saya melihat kebutuhan petani di sekitaran sawah, dan khusus di sawah saya malah kelebihan air. Namun pada musim kemarau semua petani kekurangan air. Sehingga saya berinisiatif menyampaikan kepada pemerintah, kalau ada program pembangunan embung saya akan menghibahkan sawah untuk bisa dibuat embung. Supaya petani tidak lagi kekurangan air,” ungkap Subari, Selasa (22/11/2022).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, setelah ada tindaklanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan pelaksanaannya didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kendal, Subari pun menyerahkan lahannya untuk dibangun embung air.
“Harapanya dengan adanya embung air dapat bermanfaat, yaitu bisa mengaliri sawah petani disetiap musim, dan para petani bisa menghasilkan panen yang maksimal agar meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, berkesempatan meninjau untuk memastikan pembangunan embung air berjalan dengan baik.
Selain itu, pihaknya juga bersilaturrahmi dengan Subari yang telah menghibahkan lahan sawahnya untuk dibangun embung tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal, mengapresiasi dan berterima kasih apa yang dilakukan bapak Subari, yang telah mengikhlaskan lahannya untuk kepentingan para petani di Desa Kalibareng. Semoga ini bisa menginspirasi warga lain,” ungkapnya.
Pandu menjelaskan, saat ini pembangunan embung air di Desa Kalibareng sudah mencapai 40 persen.
Hal itu menurutnya, karena terkendala kondisi hujan, yang mana mengakibatkan tanah yang sudah dikeduk kembali longsor.
“Kami berharap, pembangunan dapat berjalan lancar, dan dapat selesai tepat waktu. Yaitu di akhir Desember 2022. Sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat petani yang ada di Desa Kalibareng,” imbuh Pandu.(HS)