in

Pelonggaran PPKM Level I, Penumpang BRT Naik Hingga 30 Ribu Per Hari

Jumlah penumpang BRT Trans Semarang meningkat menjadi 30 ribu orang per hari sejak adanya pelonggaran PPKM Level 1.

HALO SEMARANG – Adanya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 dimana transportasi umum bisa terisi 100 persen, berpengaruh terhadap jumlah penumpang BRT Trans Semarang.

Jumlah penumpang BRT mengalami kenaikan mencapai 30 ribu orang per hari, dari sebelumnya pada saat masih diberlakukan PPKM level 2 hanya di angka rata-rata 15 ribu hingga 20 ribu orang per hari.

Kepala BLU UPTD BRT Trans Semarang, Henrix Setiawan mengatakan, ada peningkatan jumlah penumpang BRT Trans Semarang sejak adanya pelonggaraan kegiatan masyarakat, seiring dengan diberlakukannya PPKM level I yang membolehkan kapasitas transportasi umum termasuk BRT terisi 100 persen.

“Afa kenaikan jumlah penumpang sejak penerapan level I PPKM,⁷ mulai terisi kapasitas 100 jumlah penumpang sekitar 25-30 ribu orang per hari dari sebelumnya hanya rata-rata diangka 15-20 ribu orang per harinya,” terangnya, Selasa (31/5/2022).

Sementara, penumpang yang menggunakan jasa transportasi massal ini tetap menerapkan prokes yakni memakai masker.

“Penumpang sampai sementara ini masih tetap menggunakan masker saat di dalam bus. Terkait sampai kapan penggunaan masker ini kami masih menunggu sampai ada ketentuan lebih lanjut dari pusat,” imbuhnya.

Pengamat transportasi dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Alfa Narendra mengatakan, peningkatan jumlah penumpang sudah terlihat di bus BRT Trans Semarang, terutama saat ll jam- jam sibuk masyarakat yakni pagi dan sore hari. Bahkan, bus BRT selalu penuh terisi penumpang.

“Memang beberapa kali kami lihat di lapangan terjadi peningkatan jumlah penumpang dengan diterapkannya kapasitas 100 persen. Tapi, penumpang yang masuk selalu diingatkan petugas tetap pakai masker, namun mulai agak longgar aturannya misalnya tempat duduk penumpang saat ini boleh bersebelahan, kalau dulu harus jaga jarak, karena penumpang masih dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas bus,” imbuhnya.

Dari sisi pelayanan BRT Trans Semarang, kata Narendra operator dalam melayani masyarakat sudah baik. Mereka selalu siap melayani 100 persen penumpang. “Petugas pun baik di lapangan maupun di kantor Trans Semarang sudah baik, pelayanan tidak banyak berubah. Memang sempat ada sedikit perubahan jadwal. Tapi secara umum standar pelayanan BRT tidak berkurang meski terdampak Pandemi,”jelasnya yang juga Perwakilan Masyarakat Transportasi Indonesia. (HS-06)

Ganjar Jelaskan Pentingnya Peran Konsultan dalam Pembangunan Fisik

Audiensi dengan Disporapar, ISSI Kendal Berharap Sarpras untuk Atlet Dipenuhi Pemerintah