in

Pekalongan Siapkan Strategi “2 in 1” Untuk Peningkatan Capaian Vaksinasi Lansia

Pelaksanaan vaksinasi bagi lansia di Kota Pekalongan, Jumat (21/5/2021).

 

HALO KENDAL – Dalam rangka meningkatkan capaian vaksinasi, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan bakal melanjutkan vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia (lansia) dengan menyiapkan strategi “2 in 1”.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, rendahnya capaian vaksinasi untuk kelompok lansia karena masih banyak lansia yang ragu dan was-was terkait keamanan vaksin.

“Kita mengimbau kepada para lansia untuk tidak perlu merasa takut untuk bisa mendapatkan vaksinasi tersebut,” kata Aaf sapaan akrabnya.

Aaf juga menekankan pentingnya keterbukaan tentang riwayat penyakit yang pernah diderita saat dilakukan screening oleh petugas sebelum divaksin.

“Yang terpenting tracking penyakit yang diderita sebelum divaksin. Jadi harus terbuka saat ditanya tentang riwayat kesehatan. Jika tidak ada penyakit bawaan, insya Allah semua aman,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto mengatakan, hingga saat ini, vaksinasi Covid-19 dosis I di Kota Pekalongan telah mencapai 19.204 atau 42.72 persen dari jumlah populasi sasaran.

“Sedangkan untuk dosis II sebanyak 16.948 atau 37.73 persen dari jumlah populasi sasaran,” imbuhnya.

Dikatakan, dari capaian tersebut, lanjut Budi, persentase paling besar ada pada kelompok tenaga kesehatan.

Dari target yang ditetapkan, hingga saat ini sudah melampaui 100 persen. Setelah itu kelompok pelayanan publik yang mencapai 43 persen untuk dosis I dan 38 persen untuk dosis II.

“Kemudian untuk kelompok lansia baru mencapai 28 persen dari target yang ditetapkan untuk dosis I dan 23 persen untuk dosis II,” jelas Budi.

Salah satu upaya untuk meningkatkan capaian vaksinasi pada kelompok lansia, pihaknya saat ini tegah menyiapkan menyiapkan strategi “2 in 1”.

“Untuk merealisasikan hal itu, kami akan mengaktifkan kembali posyandu lansia yang ada di tiap kelurahan sebagai pos pelayanan vaksinasi,” imbuhnya.

Budi mencontohkan, seorang (bukan termasuk lansia atau petugas pelayanan publik) yang membawa serta dua lansia ke posyandu lansia, maka yang bersangkutan berhak mendapatkan vaksinasi.

“Dalam pelaksanaanya, nanti akan melibatkan kader posyandu lansia, RT/RW, karang taruna untuk ikut andil,” ujarnya.

Rencananya, vaksinasi untuk lansia akan dimulai pekan depan. Tujuannya ini untuk menarik lansia agar mau divaksin.

“Makanya, kami akan mengupayakan dengan menggunakan strategi ‘2 in 1’. Harapannya, program ini bisa sukses sesuai targetyang diharapkan,” pungkas Budi. (HS)

Konflik Israel dan Palestina, MUI: Jangan Mudah Terpancing Bawa Isu Agama

Hanya Dua Bulan Di PS Sleman, Pemain Asal Argentina Ini Pindah ke Thailand