HALO KENDAL – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal sebagai pengelola objek wisata Pantai Indah Kemangi (PIK) Kendal menyalurkan bantuan CSR untuk anak-anak TK dan PAUD di balai desa setempat, Senin (8/1/2024).
Kepala Desa Jungsemi, Dasuki mengatakan, pendapatan bruto dari penjualan tiket masuk Objek Wisata Pantai Indah Kemangi rata-rata mencapai Rp 100 juta per bulan
“Dari pendapatan tersebut yang merupakan Pendapatan Asli Desa atau PADes, kita mampu melakukan berbagai hal melalui penyaluran CSR, diantaranya adalah untuk membiayai pendidikan bagi siswa TK, PAUD, TPQ, Madrasah Diniyah, dan Wustho’. Selain itu, kita juga memberikan insentif bagi para guru Madrasah Diniyah,” papar Dasuki.
Dijelaskan, untuk bantuan CSR kali ini diserahkan kepada dunia pendidikan di tingkat TK dan PAUD yang ada di Desa Jungsemi, dengan total bantuan CSR sebesar Rp 135.150.000 per enam bulan.
“Semoga jumlah kunjungan wisata di Pantai Indah Kemangi ke depannya semakin meningkat, sehingga bantuan CSR-nya juga terus bertambah. Jadi bisa bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Dasuki.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, drh Hudi Sambodo yang hadir dalam acara penyerahan CSR, mengapresiasi kegiatan penyaluran CSR oleh BUMDes Jungsemi bagi dunia pendidikan.
Menurutnya, keberadaan Objek Wisata PIK telah memicu dan memacu gerak perekonomian di Desa Jungsemi, sehingga mampu memberikan dampak positif secara langsung terhadap kehidupan dari warga. Terutama dalam peningkatan pendapatan yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan.
“Ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Desa Jungsemi dan juga BUMDesnya, dalam meningkatkan dunia pendidikan di desanya. Terutama pendidikan usia dini. Sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Hudi juga menyampaikan, sebelumnya telah disalurkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tahun 2023, untuk mempercantik PIK dengan pembangunan gapura dan gardu pandang di Pantai Indah Kemangi yang berada di desa tersebut.
“Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan di Pantai Indah Kemangi, akan berlanjut selama lima tahun secara bertahap. Nantinya juga akan dibangun beberapa fasilitas seperti aula pertemuan, tempat perkemahan, papan penunjuk arah, dan toilet bersih,” bebernya.
Menurut Hudi, KKP RI terus fokus mengembangkan wisata bahari di Indonesia, khususnya destinasi atau lokasi pariwisata yang berbasis konservasi dan ekowisata.
“Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, akan terus fokus kepada membangun dan memanfaatkan potensi yang ada di daerah. Salah satunya melalui wisata bahari yang dari tahun ke tahun menunjukan perkembangan,” imbuhnya. (HS-06)