in

Pasutri Semarang Dikeroyok Tetangga Hingga Babak Belur, Polisi Turun Tangan

Ilustrasi penganiayaan. 

HALO SEMARANG – Pasangan suami istri (pasutri) di Wot Gandul, Kecamatan Semarang Tengah  Kota Semarang dikeroyok tiga orang tetangga hingga babak belur. Saat ini polisi sudah turun tangan menindaklanjuti kejadian itu.

Kapolsek Semarang Tengah, AKP I Putu Agus Indra Permana mengatakan pihaknya telah menerima laporan itu. Saat ini kepolisian masih menunggu hasil visum kedua korban.

“Kami masih menunggu hasil visum sebagai bagian dari proses penyelidikan. Saat ini, kedua belah pihak telah membuat laporan, dan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ujarnya, Sabtu (19/4/2025).

Sementara itu, korban Sudarmo dan istrinya Oei Kiem Nio dianiaya oleh tiga orang yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan merupakan tetangga korban. Aksi kekerasan tersebut terekam CCTV yang terpasang di sekitar lokasi.

Peristiwa terjadi setelah Sudarmo menegur seorang pengemudi mobil untuk mematikan lampu kendaraan karena menyilaukan matanya yang baru saja menjalani operasi katarak pada hari Sabtu (12/4/2025), sekira pukul 09.45 WIB.

Kebetulan pengemudi itu merupakan pelanggan dari toko milik pelaku, yang terletak tepat di depan toko korban.

“Awalnya saya cuma minta tolong agar lampu mobilnya dimatikan, karena mata saya masih sakit. Tapi entah kenapa pemilik toko langsung marah dan menyerang saya,” ucap Sudarmo.

Tak terima ditegur, pelaku lantas menyerang Sudarmo. Setelah sempat terjadi adu fisik, pelaku kemudian memanggil anak dan keluarganya. Tak lama kemudian, tiga orang datang dan langsung menganiaya Sudarmo dan istrinya secara brutal.

Akibat kejadian tersebut, Oei Kiem Nio mengalami luka serius pada bagian wajah dan hidungnya patah, sementara Sudarmo mengalami lebam di wajah. Korban langsung dilarikan ke RS Panti Wilasa Cipto Semarang untuk mendapatkan perawatan medis.

Sudarmo berharap polisi bisa segera bertindak karena ia mengaku keluarganya kerap mendapat ancaman dari para pelaku. Istrinya kini masih mengalami trauma berat dan enggan kembali ke tempat usaha mereka. (HS-06)

Bongkar Peredaran Narkoba Asal Malaysia, Bareskrim Sita Barang Bukti 38 Kg Sabu-sabu

Pemkot Semarang Apresiasi Komitmen P3D Semar Cakep terhadap Disabilitas Cerebral Palsy