in

Pastikan Kegiatan Anggaran 2022, Komisi B DPRD Kendal Lakukan Evaluasi dan Koordinasi dengan OPD Terkait

Rombongan Komisi B DPRD Kendal, saat meninjau shelter PKL Pasar Sore Kaliwungu, Kamis (5/1/2023).

HALO KENDAL – Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, melakukan kunjungan kerja, dalam rangka Evaluasi Kegiatan Tahun Anggaran 2022 dan Koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kamis (5/1/2022).

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi B, Dian Alfat Muchammad, bersama Wakil Ketua, Irwan Subiyantoro, Sekretaris, Tardi, juga para Anggota Komisi B, di antaranya Sri Supriyati, Rizky Aritonang, Ihwan dan Mukhlisin.

Selain meninjau mata air Tlogomili di Tlogopayung, kemudian embung di Kalibareng, dan Balai Benih Ikan (BBI) DKP di Boja, rombongan Komisi B juga meninjau perkembangan pembangunan shelter pedagang kakilima (PKL) Pasar Sore di Kaliwungu.

Ketua Komisi B, Dian Alfat Muchammad mengatakan, kunjungan rombongan Komisi B tersebut dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana penggunaan anggaran tahun 2022 yang diajukan oleh Pemkab melalui OPD terkait, dan juga melakukan koordinasi jika ada kekurangan atau ketidaksesuaian.

“Kami dari Komisi B selalu menjalin komunikasi dengan Disdagkop UKM dalam hal untuk penataan pasar yang ada di Kabupaten Kendal. Dengan peninjauan, kami bisa mengetahui, progres penggunaan anggaran, apakah sudah sesuai atau belum,” terang politisi muda PKB tersebut kepada halosemarang.id, Jumat (6/1/2023).

Dijelaskan, setelah melihat kondisi bangunan shelter PKL Pasar Sore Kaliwungu, Komisi B berpendapat, shelter yang dibangun dan akan ditempati 300 pedagang tersebut belum siap untuk ditempati.

Dian Alfat juga menegaskan, meski bangunan shelter sudah jadi, namun ternyata ada beberapa atap yang bocor. Menurut dia, ada yang salah dalam perencanaan atau salah dalam pelaksanaan pengerjaan.

“Kami Komisi B telah berkoordinasi dengan Disdagkop UKM, untuk segera dibenahi. Karena ini masih dalam jangka waktu pemeliharaan oleh pihak pelaksana kontraktor. Jadi sebelum dipakai oleh para PKL Pasar Sore harus dicek dan dibenahi, bangunan harus benar-benar siap ditempati,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengaku, dalam perencanaan anggaran, sebenarnya pembangunan shelter belum selesai seratus persen.

“Karena ada beberapa yang belum tertangani karena keterbatasan anggaran. Saat ini kita baru membuat shelter dan penerangan di sana,” ujarnya, saat mendampingi Menteri Perdagangan RI, yang berkunjung di Pasar Sukorejo, Kamis (29/12/2022) lalu.

Meski demikian, menurut Ferinando, sesuai arahan Bupati Kendal, maka para pedagang diizinkan untuk segera masuk dan berjualan di shelter.

“Sesuai arahan bapak Bupati melalui Pak Sekda, karena mendekati bulan puasa juga Lebaran, beliau mengizinkan para pedagang untuk masuk di shelter dan berjualan. Sebab itu masa para pedagang meraih keuntungan,” ungkapnya.

Sambil berjalan, lanjut Ferinando, di tahun 2023, pihaknya akan melanjutkan pembenahan shelter, yaitu penataan lingkungan, saluran irigasi, dan penataan pedagang dengan skat.

“Dalam perencanaan sebenarnya sudah ada, tapi karena keterbatasan anggaran, kita lanjutkan sambil berjalan. Yang penting bangunan shelter sudah jadi dan pedagang bisa berjualan dulu,” imbuhnya.(HS)

Ketinggian Ombak Capai 4 Meter, Pemprov Jateng Imbau Nelayan Tunda Melaut

Pemkot Semarang Berusaha Merelokasi Warga Dinar Indah