HALO SEMARANG – Manajemen PSIS memperkenalkan training ground atau tempat latihan baru di Wisesa Soccer Field, Kelurahan Bandubgrejo, Kecamatan Mranggan, Kabupaten Demak, Rabu (28/9/2022).
Lapangan dengan rumput sintetis berstandar FIFA tersebut, diperkenalkan dalam soft launching yang dipimpin langsung oleh CEO PSIS, Yoyok Sukawi.
Dikatakan, lapangan latihan tersebut merupakan training ground ketiga PSIS, selain di Citarum dan Lapangan Telo (Mardi Soenarto) Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Secara jangka panjang, training ground baru di Mranggen, Demak ini, rencananya akan dikembangkan menjadi pemusatan latihan PSIS, dengan dilengkapi mess, kantor dan ruang rapat, akademi, dan lapangan latihan pendukung.
“Ada lahan sekitar 7 hektare yang akan kami kembangkan jadi pemusatan latihan. Saat ini baru dibangun sekitar 1,5 hektare. Nantinya akan digunakan untuk latihan, tim akademi, tim putri, maupun tim senior. Terintegrasi, juga akan ada mess pemain dan puslat, devolepmen,” kata Yoyok Sukawi di sela acara soft launching.
Pusat latihan ini, mulai dibangun sejak 2020 lalu. Saat ini yang sudah terbangun adalah fasilitas latihan berupa lapangan sintetis dengan kualitas rumput dan ukuran standar FIFA. Anggaran yang sudah digunakan untuk pembangunan lapangan ini mencapai Rp 5 miliar. “Targetnya untuk pembangunan secara keseluruhan akan selesai pada tahun 2025,” kata Yoyok Sukawi.
Kenapa memilih pembangunan training ground di Demak, anggota DPR RI ini menegaskan, pihaknya ingin ikut membangun persepak bolaan di daerah. Apalagi dalam proses pembangunannya, ada support dari Pemkab Demak juga.
“Ada pesan juga dari Bupati Demak, PSIS diminta untuk ikut angkat klub dan potensi atlet muda di Demak juga,” tandasnya.
Berdampak Baik
Dalam acara pembukaan Wisesa Soccer Field ini dihadiri oleh sejumlah pejabat di Demak, mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip, para pemain PSIS, dan suporter baik dari Panser Biru maupun Snex.
GM PSIS, Wahyoe “Liluk” Winarto menambahkan, training ground ini merupakan bagian proyek jangka panjang dari PSIS Development.
“Kami akan kembangkan jadi mess dan ruang meeting. Supaya bisa jadi tempat pelatihan wasit maupun pelatih juga,” ungkapnya.
Kemudian untuk mess sendiri akan dibangun untuk mewujudkan boarding school dari PSIS Development. “Kalau kemarin PSIS Development ada usia 8 tahun, 10 tahun, dan 12 tahun, nantinya di sini akan ada 14 tahun, 16 tahun, sampai 20 tahun. Karena usia itu sudah harus boarding,” katanya.
Sementara mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip bersyukur atas selesainya pembangunan lapangan Wisesa Soccer Field. Dia mengajak masyarakat sekitar untuk ikut membantu merawat lapangan ini.
“Mohon bantuannya untuk merawat agar bisa digunakan secara bersama-sama,” ungkapnya.
Selain itu, Sukawi Sutarip berharap lapangan yang ada bisa berdampak baik untuk warga sekitar dan bisa membuat sejahtera.
“UMKM semoga bisa ikut laris karena lapangan ini bakal didatangi oleh banyak orang terutama tim PSIS dan suporter. Selain itu semoga dengan adanya lapangan ini bisa menginspirasi anak-anak sekitar untuk bermain bola dan jadi pemain PSIS di masa depan,” pungkasnya.(HS)