HALO SEMARANG – Momen libur Lebaran Idul Fitri dan cuti bersama dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata, tak terkecuali masyarakat di Kota Semarang. Banyak tempat wisata di Kota Atlas yang dipadati wisatawan lokal maupun dari daerah lain. Beberapa tempat wisata yang menjadi favorit masyarakat atau jujugan di antaranya Museum Lawangsewu, Kawasan Kota Lama Semarang, Simpanglima Semarang, serta Taman Margasatwa Semarang atau Semarang Zoo (dulu dikenal Bonbin Mangkang).
Bahkan, pada hari H dan H+1 Lebaran, wisatawan sudah mulai memadati objek wisata. Sehingga berbagai upaya dari pemerintah Kota Semarang untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung kunjungan tempat wisata terus dilakukan, khususnya agar tidak terjadi kerumunan.
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengatakan, ramainya pengunjung karena posisi Kota Semarang menjadi kota transit bagi pemudik dari berbagai daerah maupun jujugan wisatawan yang singgah.
“Sesuai intruksi Pak Wali Kota saat pimpin rapat, setelah rapat Forkompimda bersama Bapak Gubernur, terkait musim mudik Lebaran di Kota Semarang yang harus diperhatikan mulai dari masalah parkir, masalah keamanan, dan kenyamanan, antisipasi libur Lebaran panjang. Karena Kota Semarang berada di tengah sehingga orang atau pemudik dari arah timur akan transit, maupun dari arah barat juga singgah sehingga perlu diprioritaskan masalah kebersihan juga,” terangnya, Rabu (4/5/2022).
Selain itu, kata Mbak Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang menegaskan, pemerintah Kota Semarang akan tetap memberikan pelayanan masyarakat, khususnya yang akan mengurus data kependudukan saat mudik. “Kami dari pemkot tetap diatur terkait jadwal liburnya, sehingga saat cuti bersama kegiatan pemerintahan tetap ada,” katanya.
Sementara data dari pengelola Museum Lawang Sewu Semarang, pada hari H Lebaran atau Senin (2/5/2022), jumlah pengunjung di bawah 2000 orang. Sedangkan, pengunjung Museum Lawangsewu pada H+1 Lebaran atau Selasa (3/5/2022) mencapai lebih dari 4.000 orang.
Sedangkan pantauan pengunjung di objek wisata Kawasan Kota Lama Semarang pada Selasa (3/5/2022) ramai. Nampak ratusan wisatawan memadati Jalan Letjend Suprapto tepatnya di depan Mapolsek Semarang Utara. Di ruas jalan itu, kendaraan terjebak macet karena banyak orang yang berjalan kaki.
Wisatawan tampak juga memadati tepi jalan raya Letjend Suprapto untuk berswafoto. Spot lain yang tak banyak disinggahi yakni di Taman Srigunting, Gereja Blenduk dan Galeri EKonomi kreatif hingga ke arah Jembatan Mberok.
Namun sayangnya kegiatan ini belum sepenuhnya dibarengi dengan kesadaran masyarakat patuh protokol kesehatan. Sebagian wisatawan dengan santainya tak memakai masker. Ada juga yang memakai masker namun diturunkan hingga ke dagu. Kemudian masih banyak wisatawan yang tak jaga jarak.
Salah seorang wisatawan, Kiki mengatakan, dirinya bersama adiknya Tania sengaja datang ke Kota Lama karena lokasi ini memiliki bangunan kuno yang bernilai sejarah.
“Di sini banyak bangunan bersejarah, dan tidak lepas dari sejarah Kota Semarang seperti dengan adanya gedung kolonial. Tapi saya harap wisatawan patuh protokol kesehatan karena tadi ada yang masih tidak pakai masker,” kata Tania dan Kiki, warga Grobogan ini.
Anggota petugas keamanan Kota Lama Semarang, Titis Sarwo Pramono mengatakan, kepadatan wisatawan terjadi sejak Senin 2 Mei 2022. Biasanya pengunjung mulai memadati kawasan Kota Lama sore hari sampai malam hari.
“Mulai jam 18.00 WIB pengunjung sudah ramai. Lalu, jam 22.00 wib sudah harus sepi karena aturan PPKM Level 1,” pungkas Titis.(HS)