HALO JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyalurkan bantuan beras sebanyak 36.910 ton, bagi nelayan yang tidak bisa melaut hingga menghadapi masa paceklik akibat musim baratan.
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo di Rumah Sekretaris Forum Nelayan (Fornel) Jepara, Nanang, di Desa Bondo Kecamatan Bangsri, Rabu (11/3/2026).
Bantuan tersebut ditujukan kepada 7.328 keluarga nelayan, dengan masing-masing menerima sebanyak 5 kilogram beras.
Sedangkan 10 ton beras untuk Karimunjawa sudah disalurkan pada saat musim baratan kepada 1.881 nelayan.
Total 9.263 nelayan yang menerima bantuan beras, gabungan Karimunjawa dan Jepara pada 2026.
“Kita bersinergi dengan PLN Tanjung Jati B melalui CSR untuk membantu nelayan. Mudah-mudahan meringankan beban nelayan yang mengalami paceklik,” kata Bupati seperti dirilis jepara.go.id.
Witiarso Utomo mengatakan selain bantuan beras bagi nelayan, ada juga benih padi dari pemerintah pusat, akibat puso yang disebabkan banjir melanda sawah di Jepara seluas 2.800 hektare. Benih padi yang disalurkan sebanyak 68.700 kilogram.
Bantuan tersebut ditargetkan droping paling lambat besok selesai. Sedangkan hari ini (11/3/2026) penyaluran untuk Desa Bondo. Mekanisme Pendistribusiannya melalui Kelompok Tani di wilayah masing-masing.
“Selain beras, ada juga benih padi dari Kementerian Pertanian yang kita salurkan. Ini untuk lahan puso seluas 2.800 hektare akibat banjir di Jepara. Totalnya mencapai 1.167miliar,” jelasnya. (HS-08)