HALO PEKALONGAN – Museum batik Kota Pekalongan, bakal mengubah nuansa ruang pamer dengan konsep story yang berbeda dari sebelumnya, untuk menyambut Hari Batik Nasional (HBN) 2022, yang jatuh pada 2 Oktober mendatang.
“Nanti di ruang pamer akan kita lakukan rotasi, kita ganti konsep, display, koleksi juga kita rubah dan nanti harapannya di hari batik. Museum sudah mempunyai wajah baru di ruang pamernya,” kata Kepala UPTD Museum Batik Kota Pekalongan, Akhmad Asror, seperti dirilis pekalongankota.go.id, Jumat (16/9/2022).
Asror menyebutkan, hingga sekarang koleksi yang terdisplay di ruang pamer sebanyak 90-an dari total keseluruhan 1.200-an koleksi lainnya.
Lanjutnya, penataan kembali atau rotasi koleksi, juga agar seluruh koleksi yang disimpan museum batik, bisa ditampilkan dan dinikmati oleh pengunjung.
“Jadi meskipun dengan keterbatasan luas ruang pamer, pengunjung bisa melihat seluruh koleksi yang kami miliki, yang kita siasati dengan rotasi koleksi,” kata dia.
Ia menambahkan, selain lomba membatik bagi pelajar, sebagai rangkaian HBN, museum batik akan berkolaborasi dengan para pembatik di Kota Pekalongan, melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik Kota Semarang.
Untuk diketahui, Museum Batik Pekalongan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, pada 12 Juli 2006.
Bangunan Museum ini, mempunyai luas sekitar 2.500 meter persegi, menempati lahan seluas 3.675 persegi.
Dalam keterangan yang dirilis laman museumbatikpekalongan.info, Museum Batik Kota Pekalongan menempati bangunan peninggalan Belanda, yang telah berdiri sejak 1906, yang pada awalnya berfungsi sebagai kantor administrasi keuangan pabrik gula di sekitar area karisidenan Pekalongan.
Pada perkembangannya, gedung ini mengalami beberapa kali perubahan fungsi sebagai Balai Kota, Kantor Wali Kota, hingga kompleks perkantoran Pemerintah Kota.
Museum Batik Pekalongan menyimpan banyak koleksi batik tua hingga modern baik itu yang berasal dari daerah pesisiran, daerah pedalaman dan area Jawa lainnya, batik dari berbagai daerah di Nusantaara seperti dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua, dan kain jenis teknik batik dari manca negara.
Tidak hanya memamerkan koleksi batik, Museum Batik Pekalongan juga adalah pusat pelatihan membatik dan pusat pembelajaran batik.
Baik pelajar maupun pengunjung umum, dapat belajar membuat batik atau melakukan penelitian mengenai budaya batik.
Museum Batik Pekalongan juga mempunyai program-program pelatihan membatik baik ke masyarakat secara langsung, ke berbagai sekolah, hingga ke berbagai institusi lainya.
Berbagai kerja sama dengan berbagai pihak juga dilakukan guna pelestarian budaya batik. Semua hal itu dilakukan sesuai dengan komitmen Museum Batik Pekalongan untuk terus menjaga dan melestarikan budaya warisan nenek moyang yang bernilai adiluhung ini. (HS-08)