in

Muncul Spanduk Berisi Kritikan Kepada Bawaslu Kendal

HALO KENDAL – Hari terakhir pembacaan Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2024 di Kabupaten Kendal, Jumat (1/3/2024), diwarnai dengan pemasangan spanduk oleh salah seorang warga yang diduga berisi kritikan terhadap Bawaslu Kendal.

Adapun kalimat yang tertera di spanduk yang terpasang di depan Kantor Bawaslu Kendal dan sekitar KPU Kendal, diawali dengan tulisan, “RUSAKNYA PEMILU, ITU SEBAGIAN BESAR KARNA ULAH BAWASLU”, Mematikan Ruang Aktivis, Merusak Generasi Muda Potensial, Mencetak Generasi Pemimpin Uang, Matinya Ruang Kaum Miskin Berkiprah, Membiarkan Kendal Sebagai Ajang Perebutan Kekuasaan Karna Kuatnya Modal Bukan Gagasan. PILKADA KENDAL NANTI, MENDING BAWASLU TIDUR SAJA!!!!!!!.

Bahkan dalam tulisan tersebut disertai pesan, jika ada yang tidak berkenan dengan tulisan ini maka dipersilahkan menghubungi nomor ponsel yang tertera.

Ketua Bawaslu Kendal, Hevy Indah Oktaria saat dikonfirmasi membenarkan terkait adanya pemasangan spanduk tersebut. Dirinya juga mengaku tidak melarang pemasangan tulisan tersebut, karena merupakan bagian dari sebuah demokrasi.

“Ya gapapa, mungkin itu bagian dari masyarakat yang ingin menyuarakan isi hati, kemudian berpendapat. Apalagi negara ini kan negara demokrasi, jadi semua orang bebas mengeluarkan pendapat terhadap pekerjaan orang lain,” ungkapnya kepada awak media.

Hevy yang ditemui di sela-sela Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2024 tingkat kabupaten hari terakhir juga menyebut jika si pemasang sudah meminta izin kepadanya.

“Ya, yang bersangkutan sudah menghubungi saya, dan meminta izin untuk melakukan pemasangan tersebut. Tapi sekarang sudah dicopot oleh petugas,” jelasnya.

Hevy juga menegaskan, selama ini pihaknya telah melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Ya ini kami anggap sebagai sebuah kritikan. Karena beliau tidak mengikuti proses pekerjaan kami dari awal sampai akhir ya. Yang jelas dalam pengawasan kepada partai politik dan peserta pemilu, bahkan kepada penyelenggara pemilu, juga masyarakat sekalipun,” tandasnya.

Sebagai penutup Hevy juga mengaku, pihaknya telah melaksanakan sejak awal tahapan sampai hari ini, selalu mengedepankan fungsi pencegahan terlebih dahulu. Baru kemudian melanjutkan ke fungsi penanganan pelanggaran apabila ditemukan pelanggaran.

“Sehingga kami mencoba untuk berkomunikasi, juga kemudian melakukan pencegahan-pencegahan terhadap semua tahapan yang sedang berlangsung, sampai hari ini,” imbuhnya. (HS-06)

 

Jadi Salah Satu Peraup Suara Terbanyak di Kota Semarang, Yoyok Sukawi Berpeluang Melenggang ke Senayan

Ika Unissula Jateng Ikut Dukung Sudaryono Maju di Pilgub