in

Mulai Gencar Operasi di Awal Ramadan, Satpol PP Kota Semarang Jaring Belasan PGOT

Petugas Satpol PP Kota Semarang menjaring puluhan Pengemis, Gelandangan, Orang Terlantar (PGOT), di Jalan Jenderal Soedirman, pada Minggu (26/3/2023).

Petugas Satpol PP Kota Semarang menjaring puluhan Pengemis, Gelandangan, Orang Terlantar (PGOT), di Jalan Jenderal Soedirman, pada Minggu (26/3/2023).

HALO SEMARANG – Sedikitnya 13 orang berhasil dijaring Saptol PP Kota Semarang dalam operasi yustisi pengemis, gelandangan, orang terlantar (PGOT) di awal atau pekan pertama Ramadan 1444 Hijriah. Kegiatan operasi PGOT ini rutin dilaksanakan untuk menciptakan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto SH MM mengatakan, sebanyak 13 PGOT berhasil dijaring petugas terdiri dari lima pria, lima wanita dan tiga anak-anak. Belasan PGOT ini diamankan dari dua titik ruas jalan yang berbeda yaitu ruas Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Peire Tendean pada Minggu (26/3/2023)

“Mereka ada yang jadi manusia karung, manusia gerobak, mengemis dan lain-lain,” papar Fajar, Selasa (28/3/2023).

Ia menegaskan operasi yustisi ini sesuai amanat Perda Kota Semarang nomor 5 tahun 2014 tentang penanganan PGOT.

Selain itu tindakan ini juga karena aduan masyarakat yang merasa resah terhadap menjamurnya PGOT di bulan ramadan. Menurutnya, PGOT memanfaatkan ramadan untuk mengais rejeki dari penderma.

“Agar kotanya terjaga, maka kita lakukan razia. Ini agar warga nyaman menjalankan ibadahnya di bulan ramadan,” ungkapnya.

Usai terjaring operasi, kata dia, sebanyas 13 PGOT dipulangkan ke alamat masing – masing sesuai KTP disertai pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

“Namun, jika mengulangi, bakal kita kirim ke Panti Rehabilitasi Sosial di Solo biar jera,” pungkkasya. (HS-06)

Ganjar: Keterlibatan Masyarakat dan Kelompok Perempuan Penting dalam Penyusunan Perda RAN PE

Srikandi Ganjar Jateng Gelar Pelatihan Mengolah Limbah Plastik Bersama Milenial Kebumen