HALO KENDAL – Di tengah syukuran milad ke-116 yang jatuh pada 8 Zulhijah 1446 Hijriah atau 4 Juni 2025, Muhammadiyah mempunyai peran penting dalam mentransformasikan praktik keagamaan tradisional menuju pemikiran Islam yang berkemajuan.
Hal itu disampaikan Ketua PW Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, dalam sambutan saat peresmian Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah 2 Kendal dan Instalasi Radioterapi serta Groundbreaking Pembangunan Gedung Kemoterapi & Laboratorium Patologi Anatomi RSI Muhammadiyah Kendal, Rabu (4/6/2025).
“Muhammadiyah hadir bukan sekadar mengkritisi praktik konservatif, tapi juga membawa solusi. Kita memperkenalkan air kran untuk bersuci, bukan hanya karena sah secara syariat, tapi juga sehat secara medis. Inilah semangat tajdid, pembaruan.” ujarnya.
Tafsir juga sempat menyinggung terkaiit Milad ke-116 Muhammadiyah yang bertepatan dengan musim haji. Menurutnya, perayaan hijriah cenderung sepi karena banyak pimpinan tengah menunaikan ibadah haji.
Ketua PWM Jateng juga menyebut, saat ini Muhammadiyah tercatat telah memiliki 56 rumah sakit di Jawa Tengah. Di mana Muhammadiyah tidak hanya membangun gedung dan menghadirkan layanan medis saja, tapi juga menyebarkan kasih sayang, nilai keadilan, dan semangat Islam dalam pelayanan.
“Dalam enam bulan terakhir saja, dua rumah sakit baru berdiri, yaitu RSI 2 Kendal dan Rumah Sakit Aghisna Medika di Cilacap yang diambil alih Muhammadiyah Gombong,” jelas Tafsir.
Acara peresmian RSI Muhammadiyah 2 Kendal juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Andi Saguni; Ketua MPKU PP Muhammadiyah, Muhammad Agus Syamsudin, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari bersama jajaran Forkopimda Kendal, serta PCM se-Kabupaten Kendal.
Sementara itu, Direktur RSI Kendal, Suhadi, menjelaskan, RSI Muhammadiyah 2 Kendal yang berada di Patean telah rampung dibangun, setelah dimulai setahun lalu oleh Menteri Koordinator PMK, Prof. Muhadjir Effendy, dan sempat dibuka secara terbatas oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti.
“RSI Muhammadiyah 2 Kendal merupakan rumah sakit tipe D dengan kapasitas 50 tempat tidur. Pembangunan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp54 miliar, yang seluruhnya bersumber dari dana mandiri,” jelasnya.
Dari total dana tersebut, lanjut Suhadi, Rp30 miliar digunakan untuk pembangunan gedung, Rp10 miliar untuk alat kesehatan, dan sisanya untuk operasional.
Dirinya juga menyebut, RSI Muhammadiyah 2 Kendal juga telah menyiapkan sumber daya manusia lengkap, mulai dari dokter spesialis dasar seperti bedah, kebidanan dan kandungan, anak, serta penyakit dalam, hingga spesialis penunjang seperti anestesi, patologi klinik, radiologi, dan saraf.
“Seluruh tenaga medis dan keperawatan sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif selama enam bulan di RSI Muhammadiyah 1 Kendal,” tandas Suhadi.
Salah satu sorotan utama dalam peresmian yaitu hadirnya Instalasi Radioterapi. Dikatakan, gedung dan fasilitas radioterapi yang dibangun sejak Oktober 2024 tersebut telah rampung pada Mei 2025 dengan total anggaran mencapai Rp 75 miliar.
“Gedung ini dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang seperti branker, ruang X-ray, CT scan, USG, MRI, ruang ganti, ruang operator, hingga kamar gelap. Peralatan radiologi modern juga sudah siap, dan tenaga medisnya terdiri dari satu spesialis radiologi penuh waktu serta dibantu tiga spesialis lainnya,” beber Suhadi.
Ia juga menyebut, pembangunan instalasi ini merupakan respons atas meningkatnya jumlah pasien kanker, terutama di wilayah Pantura Jawa Tengah.
“Di Indonesia pada 2020 tercatat sekitar 390 ribu kasus kanker dengan angka kematian tinggi. Sarana radioterapi masih terbatas. Oleh karena itu kami harap RSI Kendal bisa menjadi rujukan wilayah Pantura,” ungkap Suhadi. (HS-06)