HALO SEMARANG – MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 1 2025/2026 berlangsung ketat, Sabtu (9/8/2025). Ribuan siswi bersaing memperebutkan tempat untuk bertanding di ajang nasional.
Event MLSC ini dimulai 5 hingga 10 Agustus 2025 di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang dan Lapangan Arhanud Jatingaleh, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Berbeda dengan MLSC sebelumnya, kali ini 1.213 siswi dari 64 SD dan MI dipantau oleh tim scouting untuk mewakili Kota Semarang. Nantinya, mereka akan dilatih dengan Aji Irawan sebagai Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Semarang untuk bertanding dengan daerah lain.
“Saat ini kualitas peserta MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2025-2026 lebih berkembang dibanding turnamen sebelumnya. Para peserta berbenah dan menyiapkan diri untuk tampil maksimal di setiap pertandingan,” ujar Aji Irawan.
Dia menyebut, berkembangnya kualitas calon garuda pertiwi ini tak lepas dari peran sekolah dan orang tuanya. Menurutnya, persiapan para murid untuk event kali ini cukup serius.
“Tentu tak lepas dari peran guru olahraga di sekolah serta dukungan orang tua yang memasukkan putri mereka ke sekolah sepak bola (SSB) sehingga konsisten untuk terus mengasah kemampuan bermain bola. Melihat kemampuan yang ditunjukkan para peserta MLSC, tim talent scouting cukup kesulitan memilih pemain karena persaingannya cukup ketat,” jelasnya.
Dia menyebut bakal memilih pemain yang berkualitas untuk mewakili Kota Semarang. Aji tak hanya berbicara soal kemampuan saja namun pemain dengan mental dan disiplin yang baik akan jadi pertimbangan.
“Kami menilai pemain dari mental, kedisiplinan, tanggung jawab, karakter, basic skill, kerjasama tim dan individu untuk bisa ikut dalam extra training,” jelasnya.
Sementara itu, MLSC ini berbeda dari sebelumnya yang digelar di delapan kota. MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 bergulir di 10 kota yakni Kudus, Semarang, Surabaya, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, hingga Jakarta. Di setiap kotanya, turnamen ini akan berlangsung sebanyak dua seri.
Penambahan dua kota penyelenggaraan, yakni Bekasi dan Malang, merupakan salah satu upaya untuk menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit pesepakbola putri potensial di kota yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola.
Selain penambahan dua kota baru, perbedaan lainnya pada MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 adalah dimensi lapangan KU 12 yang sebelumnya 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter (KU 10 masih menggunakan ukuran lapangan sebelumnya), titik penalti menjadi 6 meter dari sebelumnya 5 meter, kick off dimulai dengan dua sentuhan, serta untuk pertandingan babak semifinal, final, dan atau 8 besar KU 10 menggunakan lapangan KU 12.
Peraturan yang dipakai pada MLSC merupakan peraturan khusus pertandingan yang disesuaikan dengan Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini.
Tak hanya turnamen 7 vs 7, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 tetap menyelenggarakan Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang bertujuan menumbuhkan rasa gembira dan menyukai permainan sepak bola dengan menyasar usia yang lebih dini (6 – 8 tahun). Pada Semarang Seri 1 2025 – 2026, festival ini diikuti oleh 123 peserta dari 29 SD dan MI. (HS-06)