HALO SPORT – Sergey Torosyan, pelatih Arman Tsarukyan, termasuk pelatih yang tak mau anak didiknya menjadi jemawa.
Tsarukyan sedang naik daun selepas menang KO ronde pertama atas Beneil Dariush, 3 Desember lalu.
Kemenangan petarung kelas ringan Ultimate Fighting Chanmpionship (UFC) itu dipastikian menaikkan peringkatnya dalam daftar penantang.
Saat jumpa Dariush, Arman berada di urutan kedelapan, sedangkan Beneil di posisi keempat.
Setelah sukes pada UFC Austin itu, Tsarukyan kemudian menantang juara kelas ringan UFC, Islam Makhachev.
Makhachev pernah menang angka atas jagoan asal Armenia itu pada 2019.
Dalam tantangannya, Arman menyatakan yakin bisa menghabisi Islam pada ronde pertama.
Tantangan Tsarukyan itu dikritik Sergey Torosyan.
’’Secara umum, saya menentang pernyataan seperti itu, terutama jika menyangkut juara UFC dan orang-orang yang berada di puncak. Masih banyak pekerjaan harus dilakukan untuk mencapai level tertentu,’’ ujar Torosyan seperti dilansir dari Championat.
Namun, dia juga memahami tantangan sang anak didik yang dimaksudkan untuk memikat publik.
Menurut Sergey, ketika menghadapi Dariush yang kidal, Tsarukyan pun harus menjadi kidal.
’’Kami harus mengevaluasi penampilannya khususnya apa yang mesti ditingkatkan dan bagaimana masuk ke pertarungan dengan benar,’’ jelas Torosyan.
Dia menambahkan, jika kembali jumpa Makhachev, maka Tsarukyan wajib membangun ulang pekerjaannya.
’’Saya percaya Arman bisa mengalahkan siapa pun, termasuk Makhachev. Namun, kami perlu waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri dengan tepat,’’ tuturnya.
Sergey meyakini Tsarukyan perlu menang dua kali lagi untuk bisa meladeni Makhachev.
Rekor Arman sekarang adalah 21 kali menang dan tiga kali kalah. (HS-06)