in

Meski Tak Terdampak Langsung Kenaikan Harga BBM, Tarif Dokar di Kendal Pun Naik

Angkutan Dokar di sekitar Pasar Kendal, Senin (12/9/2022).

HALO KENDAL – Naiknya harga BBM, yang disusul kenaikan harga bahan pokok membuat para pengemudi dokar yang mangkal di sekitar Pasar Kendal, berencana menaikkan tarif angkutan untuk penumpang sebesar Rp 2.000.

Meski demikian, para pengemudi dokar yang biasa disebut kusir mengaku, kenaikan ini tidak serta merta, dan tidak akan memaksa kepada para penumpangnya.

Apalagi mereka sudah memiliki langganan tetap, yang mengandalkan jasa angkutan dokar daripada angkutan lainnya. Kesetiaan langganan inilah yang masih menjadi pertimbangan para kusir dokar.

Saat ini di Pasar Kendal masih ada sekitar 18 dokar yang setiap hari beroperasi. Semuanya jurusan Pasar Kendal ke Ngampel hingga Pasar Magangan.

Namun, dokar juga bisa juga disewa atau dicarter untuk jurusan manapun, seperti ke Kaliwungu atau tujuan lain di Kendal.

Penumpang dokar pada umumnya para bakul yang berjualan di Pasar Kendal yang sudah langganan dan para penumpang yang akan belanja di pasar.

Para bakul biasanya berangkat dari rumah ke pasar pada pagi hari. Kemudian pulang usai berjualan pada siang hari. Sedangkan untuk penumpang umum di sela-sela waktu tersebut.

Rata-rata per trayek hanya membawa penumpang dua sampai tiga kali bolak-balik jurusan Pasar Kendal ke Ngampel. Dokar juga bisa membawa muatan, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, termasuk kayu bangunan dan bambu.

Seperti diungkapkan Suwandi, sopir dokar jurusan Pasar Kendal ke wilayah Ngampel. Menurutnya, sebagian penumpang yang umumnya sudah langganan, tidak mau tarifnya dinaikkan.

“Ya kami pun hanya pasrah, tergantung kebaikan penumpang yang mau memberikan tambahan tarif saja,” ungkapnya, Senin (12/9/2022).

Dirinya juga mengaku, sebenarnya sudah menaikkan tarif penumpang, dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu. Namun ternyata, para penumpang langganan tidak mau tarifnya dinaikkan.

“Pasar Kendal ke Magangan biasanya bayar Rp 10 ribu, tapi mau saya naikkan tarifnya, para langganan ndak mau,” ujarnya.

Demikian pula, diungkapkan kusir dokar lain, Joni, yang mengaku para penumpang yang umumnya bakul di pasar yang sudah langganan, tidak mau menambah tarifnya.

Padahal menurutnya, harga untuk pakan kuda, yakni bekatul, saat ini juga mengalami kenaikan, dari yang biasanya Rp 4 ribu, naik menjadi Rp 5 ribu per kilogram.

“Tapi saya tidak tega mau naikkan tarif. Terserah penumpangnya mau nambahin berapa saya terima,” ujar Joni.

Sebenarnya ada beberapa penumpang yang berbaik hati menambah tarif dari yang biasanya ia bayar. Alasannya, karena harga-harga kebutuhan naik.

Seperti diungkapkan Suwarti, salah seorang penumpang dokar. Ia mengaku kadang menambah Rp 1.000 atau Rp 2.000 sekali jalan. “Ya saya tambahi. Karena harga makanan kuda juga naik,” ujarnya.(HS)

Ganjar Dorong Pemerintah Pusat Kaji Ulang Penghapusan Honorer

Wali Kota Semarang Buka Oude Stadt Lanbouwmarkt Jadi Destinasi Wisata Baru