HALO KENDAL – Mengantisipasi penyebaran nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah, Pemerintah Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, melaksanakan fogging atau pengasapan, Senin (27/11/2023).
Kepala Desa Sidorejo, Edi Kadarisman mengatakan, proses pengasapan dilakukan di dalam rumah warga, halaman rumah, serta selokan-selokan yang ada di sekitar permukiman warga.
“Untuk pengasapan hari ini kita laksanakan di wilayah RW 4 Dusun Pilang Desa Sidorejo. Kita sasar di rumah-rumah dan halaman rumah, selokan-selokan, serta tempat-tempat yang dianggap menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.
Edi mengungkapkan, perkembangan nyamuk aedes aegypti saat ini masih banyak terjadi di beberapa wilayah. Untuk itu dibutuhkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungannya.
“Untuk itu kami mengimbau kepada warga Desa Sidorejo, untuk selalu menjaga kesehatan dan juga kebersihan. Mari sama-sama kita cegah penyebaran nyamuk demam berdarah,” ungkapnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kendal, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai bulan Januari hingga November 2023 terdapat 343 kasus, dengan jumlah meninggal 25 orang.
Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kendal, Parno mengimbau kepada masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyebaran penyakit DBD.
“Pemberantasan penyakit DBD harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Parno, dirinya berharap masyarakat selalu menjaga kesehatan diri sendiri, dan mendukung untuk ikut mencegah terjadinya DBD melalui program 3M Plus.
“Yaitu menutup wadah penampungan air, kemudian mengubur atau membakar barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk, serta menguras dan mengganti air di penampungan air,” jelasnya.
Sementara Kadus Pilang, Supriyono menghimbau kepada warganya untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, serta selalu rajin membersihkan bak dan selokan, supaya tidak ada genangan air yang menyebabkan timbulnya nyamuk tersebut.
“Meskipun sudah ada fogging, kami minta warga sendiri juga harus bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jadi kita harus kompak dalam memberantas penyakit demam berdarah ini,” ujarnya. (HS-06)