in

Menteri LHK Sebut Polisi Hutan Garda Terdepan Penjaga Belantara

 

HALO SEMARANG – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar menegaskan bahwa polisi hutan (Polhut) berperan penting sebagai garda terdepan dalam upaya-upaya pembinaan dan pengamanan, terutama di wilayah-wilayah ujung dan belantara Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar ketika menjadi inspektur upacara penutupan Diklat Pembentukan / Reguler Polhut Tahun 2023 di Lapangan Situ Gunung, Sukabumi, baru-baru ini.

Menurut dia, keterampilan dan kapasitas Polhut merupakan hal yang sangat penting.

“Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Setukpa Polri, atas kerja sama yang baik ini. Saya juga berterima kasih kepada saudara-saudara, yang telah mengikuti diklat ini dengan sebaik-baiknya,” kata dia, seperti yang dirilis humas.polri.go.id, pada Jumat (24/11/2023).

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam upaya mendukung tugas dan fungsi Polhut sebagai salah satu rumpun jabatan fungsional binaan KLHK, berbagai upaya telah dilakukan Kementerian LHK, termasuk peningkatan kompetensi melalui diklat.

Selain itu, tata hubungan kerja Polhut di berbagai tingkatan institusi pusat dan daerah, juga terus ditajamkan dan sinkronkan sehingga usaha perlindungan dan pengamanan hutan dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Saya sudah menginstruksikan kepada Sekjen, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM LHK, Dirjen Gakkum serta Dirjen KSDAE, untuk menyiapkan Naskah Akademik kebutuhan formasi Polhut di tingkat tapak, dan Master Plan Pengembangan SDM Polhut sebagai guidance bersama dalam rangka pembinaan dan pengembangan SDM Polhut,” kata Siti.

Eksistensi peran Polhut itu sendiri secara historisitas telah dirasakan sumbangsih kerjanya secara nyata di setiap derap langkah perjalanan bangsa, dalam mewujudkan cita-cita nasional, melalui berbagai aktivitas pengelolaan sumberdaya alam hutan dan keanekaragaman hayatinya.

Mengakhiri sambutannya, Menteri Siti menyampaikan 3 pesan yang harus dilakukan sebagai anggota Polhut, baik yang di lingkup KLHK maupun institusi dinas pada pemerintahan daerah.

Pertama, menampilkan versi terbaik kualitas diri seorang Polhut dengan terus menjaga integritas dan meningkatkan profesionalitas profesi.

Kedua, bangun strategi proaktif dan preventif dengan tindakan yang humanis.

Ketiga, terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan jajaran lembaga Polri, TNI, dan elemen masyarakat lainnya secara inklusif.

Untuk diketahui, sebelumnya Kementerian LHK bersama Setukpa Lemdiklat Polri, menggelar diklat polisi hutan, diikuti 487 peserta, terdiri atas 441 pria dan 46 wanita.

Dari jumlah itu, sebanyak 388 orang merupakan Polhut KLHK yang berasal dari Ditjen KSDAE 315 orang, Ditjen Penegakan Hukum LHK 56 orang, dan Ditjen PPI 16 orang. Selain mereka terdapat 99 peserta yang berasal dari instansi pemda.

Acara penutupan dipimpin Menteri LHK Siti Nurbaya, yang bertindak sebagai inspektur upacara, dihadiri Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama KLHK, Kepala Lemdiklat Polri, Direktur Pembinaan Potensi Masyarakat Baharkam Polri, Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi dan Kepala UPT KLHK serta para peserta Diklat. (HS-08)

Resmikan Karya Bakti Mandiri (KBM) TNI, Bupati Grobogan Singgung Kekuatan Besar Wujudkan impian

Jumat Berkah, Sejumlah Polres Bagikan Makanan pada Pengguna Jalan