HALO SEMARANG – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf / Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan kunci untuk mendorong penggunaan produk lokal, adalah dengan meningkatkan upaya pemberdayaan UMKM.
Menurut dia, saat ini permintaan produk dalam negeri meningkat sekitar Rp 500 triliun sampai Rp 800 triliun
Namun dari sisi supply, masih mengalami kendala untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
Hal itulah yang menyebabkan impor masih menjadi pilihan.
“Kuncinya adalah pemberdayaan agar kontribusi ekosistem UMKM semakin besar,” kata Sandiaga, seperti dirilis kemenparekraf.go.id, Sabtu (3/9/2022)
Persoalan lainnya adalah, kualitas produk-produk dalam negeri sering belum mumpuni, sehingga mengurangi minat masyarakat untuk menggunakannya.
Menurut Sandiaga, dengan adanya kekurangan inilah, semua pihak perlu memberikan dukung pada UMKM, dengan memberikan berbagai masukan dan saran yang membangun.
“Kita memang berpihak kepada barang-barang buatan Indonesia. Tapi kalau dipakainya tidak enak bagaimana? Tidak nyaman? Sepatunya bikin lecet? Justru harus dipakai, karena kalau tidak dipakai, mereka (pelaku ekraf) tidak mendapat feedback untuk mengubah desainnya dan lain sebagainya,” kata Menparekraf.
Sandiaga pun memberikan contoh pada sepatu yang dia pakai. Pada awalnya, sepatu produk UMKM tersebut membuat kakinya lecet. Namun kemudian dia memberikan masukan dan produsen mau melakukan perbaikan.
“Sepatu yang saya pakai sudah tiga tahun bersama saya. Pertama kali pakai juga lecet. Tetapi karena ikut marathon dan saya memberikan masukan di mana kekurangan produknya, lama-kelamaan semakin baik,” kata Sandiaga.
Dengan diberi dukungan, pelaku ekonomi kreatif bisa meningkatkan kualitas produk mereka. Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
“Dan angkanya jelas (penggunaan produk dalam negeri) akan menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 1,71 persen dan akan menambah jumlah lapangan kerja hingga dua juta. Mudah-mudahan kita bisa wujudkan ini, sehingga pada ahun 2024 ada 4,4 juta lapangan kerja baru dan berkualitas,” kata Sandiaga.
Senada dengan Menparekraf, Ketua APEKSI Bima Arya, menyampaikan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif memang perlu dilakukan untuk mengatasi persoalaan supply side.
“Mulai dari hulu hingga ke hilir yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas, kompetensi, literasi digital, hingga sertifikasi. Sementara dari sisi pemerintah perlu adanya roadmap TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi Perkada (Peraturan Kepala Daerah) yang masih belum bersahabat untuk dicarikan solusinya,” kata Bima. (HS-08)