in

Mencicipi Kuliner Selendang Mayang Khas Betawi di Stasiun MRT ASEAN saat CelebrASEAN

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini menjadi salah seorang yang mencicipi es Selendang Mayang dalam eventCelebrASEAN 2023. (Foto : kemenparekraf.go.id)

 

HALO SEMARANG – Warga Jakarta dan sekitarnya yang kangen untuk mencicipi kuliner legendaris Selendang Mayang, bisa datang ke Stasiun MRT ASEAN, Jakarta, saat event berbasis komunitas “CelebrASEAN” 2023, 6-9 September 2023.

Selendang Mayang menarik, karena tampilannya berwarna-warni dan di kalangan masyarakat Betawi dianggap minuman kuno.

Warnanya yang mencolok dan menarik perhatian serta rasanya yang manis dan menyegarkan, membuat es ini cocok diminum saat siang hari.

“Saya sudah beli es Selendang Mayang dan gampang belinya bisa pakai QRIS. Esnya laku dan di sini hampir habis. Ternyata saya baru tahu kalau Selendang Mayang ini, Mayang-nya singkatan dari ‘manis dan kenyang’,” kata Deputi Ni Made Ayu Marthini, seperti dirilis kemenparekraf.go.id.

Deputi Ni Made Ayu Marthini yang berasal dari Bali itu, mengaku ini baru kali pertama mencicipi es Selendang Mayang, yang disebutnya mirip seperti es cendol dilengkapi kue lapis yang terbuat dari tepung sagu aren.

Umumnya kue lapis dalam es Selendang Mayang dipotong berbentuk persegi agak tipis, kemudian disajikan dalam mangkuk.

Disiram pemanis dari gula merah atau sirup, lalu ditambahkan santan dan potongan es batu.

“Ini baru pertama kali saya coba, ternyata enak dan segar. Tadi ini pakai mutiara dan mayang sendiri yang khas. Dari segi kemasan sudah oke, untuk produk lainnya seperti bir pletok oke dan sudah improve,” katanya.

Lebih lanjut, Made Ayu Marthini menjelaskan kegiatan “CElebrASEAN 2023: ASEAN Creative Economy Week” dengan konsep community-based event bertemakan Creative Economy, dapat memperkuat legacy Indonesia, khususnya Jakarta sebagai Capital of ASEAN Creative Economy.

“Kita mengadakan ini di tengah-tengah pelaksanaan KTT ASEAN. Kita ingin menunjukan bahwa masyarakat di semua kalangan juga ingin berpartisipasi dan melakukan selebrasi. Meskipun pertemuannya di JCC, tapi masyarakat Jakarta lalu lalang setiap hari menggunakan transportasi publik dengan MRT, apalagi Pemprov DKI dan Malaysia Tourism Board juga ikut pameran,” katanya.

Ia berharap, pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif dengan adanya kegiatan CElebrASEAN 2023 bisa memiliki wahana untuk berpromosi dan berjualan produk. Misalnya ada Desa Wisata Setu Babakan, Keranggan, dan Saba Baduy.

“Kesempatan ini bisa membuat engagement langsung para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM kepada masyarakat yang menggunakan MRT sebagai moda transportasi sehari-hari, agar mereka bisa berkunjung. Contohnya, tidak semua masyarakat Jakarta pernah ke Desa Wisata Baduy. Padahal untuk menuju Baduy cukup menempuh waktu 3 jam dari Jakarta,” katanya.

Turut hadir bersama Deputi Ni Made Ayu Marthini antara lain, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Sindhutrisno, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf Dwi Marhen Yono, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Erwita Dianti, dan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf I Gusti Ayu Dewi Hendriyani. (HS-08)

WIES 2023 Jadi Momentum Perkuat Pengembangan Wirausaha Halal Indonesia

Rumah di Mojorebo Ludes Dilalap Api hingga Rugi Rp 400 Juta, Polsek Wirosari Grobogan Minta Warganya Waspada