HALO SEMARANG – Masyarakat di sekitar makam tokoh ulama KH Sholeh Darat mendukung dan menyambut baik upaya dari Pemerintah Kota Semarang yang saat ini melanjutkan pemugaran bagian makam tersebut sehingga menjadi lebih baik. Sebab, makam ulama KH Sholeh Darat selama ini belum pernah mendapat sentuhan perbaikan atau pembangunan dari Pemerintah Kota Semarang.
Salah satu warga sekitar, sekaligus juru kunci makam, Sumiyati mengatakan, dari pihak warga sekitar telah setuju jika makam tokoh ulama KH Sholeh Darat dipugar menjadi lebih baik. Sebelumnya, diakui belum ada perbaikan dari pemerintah terhadap makam ulama besar tersebut.
“Sudah lama tidak kena sentuhan pemerintah, memang beberapa waktu lalu ada salah-satu warga yang membantu perbaikan makam. Dulu, selasar atau bagian lantai pendopo makam hanya beralaskan karpet, sekarang sudah berlantai keramik semua,” katanya, Selasa (4/1/2021).
Dikatakan dia, setelah dilakukan pembangunan makam ulama KH Sholeh Darat dirinya berharap peziarah yang datang merasa makin nyaman. Tentunya, Pemerintah Kota Semarang harus menambah fasilitas umum bagi peziarah di makam tersebut.
“Terutama akses jalan masuk, saat ini dirasa sempit. Jadi kalau pas peziarah yang datang banyak secara rombongan, tentunya kondisi jalan masuk akan berdesakan satu sama lainnya, ” ujarnya
Selain itu, dulunya di makam KH Sholeh Darat masih belum teraliri listrik, sekarang sudah dipasangi meteran listrik.
“Saat ini fasilitas yang kurang di sini masih kesulitan air di kamar mandi, dan toilet. Kalau ngisi air biasanya saya angkut pakai jerigen. Banyak peziarah yang memakai air di kamar mandi untuk wudhu sebelum masuk area makam,” katanya.
Biasanya, lanjut dia, para peziarah ramai datang pada akhir pekan, tiap Sabtu dan Minggu.
“Peziarah yang memakai toilet untuk wudhu, dikenakan uang Rp 2 ribu, untuk ganti air. Kadang kalau yang datang rombongan terpaksa beli air galon, karena tidak sanggup ngangsu untuk ambil air, tapi pakai galon terlalu boros, kalau beli air galon harganya Rp 6 ribu pergalon,” imbuhnya.
Salah satu peziarah, saat ditemui di sekitar makam, Huda (46) dari Kendal mengatakan dirinya setiap tahun selalu datang ke makam Mbah Sholeh Darat untuk berziarah terutama saat peringatan haul. Di sana dirinya berdoa seperti membaca tahlil dan mengirimkan doa.
“Mbah Sholeh Darat bagi saya jasa-jasanya besar untuk negara. Beliau juga dihormati oleh para tokoh ulama lainnya, dan didatangi dari semua penjuru daerah,” katanya.
Dia berharap, di makam Kiai Sholeh Darat tersebut. Ada penambahan berupa fasilitas umum seperti untuk toilet dan wudhu yang representatif. Sehingga peziarah yang datang merasa nyaman saat berada di makam.
Sementara itu, sebelumnya Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang, M. Sodri mengatakan terkait pemugaran makam ulama Kiai Sholeh Darat pihaknya mendorong Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk melakukan renovasi makam ulama besar Kiai Sholeh Darat. Ini salah satu wujud perhatian dari pemerintah terhadap tokoh ulama yang dahulu pernah berjasa menyiarkan agama.
“Bahkan, sosoknya Mbah Sholeh Darat sudah terkenal di seluruh daerah karena beliau adalah guru dari tokoh bangsa Indonesia, yang kini menjadi pahlawan nasional yakni KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan hingga RA Kartini, tokoh pejuang emansipasi wanita,” tegasnya. (HS-06)