in

Masih Ada Anak Buta Huruf di Papua, Polisi Berikan Pendidikan Calistung

Bripda Ifanny bersama Bripda Fiqri selaku personel Subsatgas Si Ipar, di Rumah Belajar Graha Youtefa, Distrik Heram, baru-baru ini. (Foto : tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Subsatgas Si Ipar Operasi Rasaka Cartenz Polresta Jayapura Kota, kembali memberikan pendidikan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), kepada anak-anak di Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.

Pendidikan calistung diberikan Bripda Ifanny bersama Bripda Fiqri selaku personel Subsatgas Si Ipar, di Rumah Belajar Graha Youtefa, Distrik Heram, baru-baru ini.

Dalam kegiatan tersebut, kedua anggota Polri tersebut, tak hanya memberikan materi dasar pembelajaran seperti calistung, melainkan juga aktivitas kreatif seperti mewarnai untuk menumbuhkan semangat belajar.

Kegiatan ini menjadi rutinitas yang dinanti oleh para peserta didik, yang sebagian besar adalah anak-anak usia sekolah, yang tidak lagi memiliki akses pendidikan formal.

Melalui sentuhan personal dan pendekatan humanis, personel Subsatgas Si Ipar menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, penuh semangat, dan tanpa tekanan.

Kasubsatgas Si Ipar, AKP Lalang, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, mengungkapkan bahwa sejak pertama kali program ini berjalan, perkembangan anak-anak sangat terlihat signifikan.

“Kemajuan yang ditunjukkan anak-anak sangat luar biasa,” kata dia.

Menurut dia, dulu banyak yang belum mengenal huruf atau angka, tapi sekarang sudah ada yang mampu membaca kalimat pendek dan menghitung secara mandiri.

“Ini adalah bukti bahwa dengan perhatian dan metode yang tepat, mereka mampu berkembang pesat,”  kata dia.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Subsatgas Si Ipar bukan hanya dalam bentuk pengajaran, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral dan sosial bagi anak-anak yang sebelumnya kurang mendapat perhatian.

“Kami ingin menjadi bagian dari perubahan dalam hidup mereka. Memberikan ruang belajar, memberikan motivasi, dan menjadi sahabat yang mendorong mereka untuk tidak menyerah pada keadaan,” sambung AKP Lalang.

Menurutnya, misi ini bukan hanya untuk mengurangi angka buta huruf, tapi juga membuka jalan agar anak-anak tetap memiliki masa depan cerah, meski tak lagi duduk di bangku sekolah formal.

“Anak-anak ini memiliki potensi yang luar biasa jika diberikan kesempatan. Dengan bimbingan yang berkelanjutan, saya yakin mereka bisa mengejar ketertinggalan dan bahkan mampu bersaing di masa depan, “ kata Lalang. (HS-08)

Indonesia-Arab Saudi Bahas Penggunaan Bandara Taif untuk Haji dan Umrah

Meriah,  Ribuan Warga Jepara Saksikan Perang Obor di Desa Tegalsambi