in

Masak ‘Sega Goreng’ Ramaikan HUT Ke-78 RI di Banyumas

Keseruan lomba masak "Sega Goreng" dalam rangka HUT ke-78 RI yang digelar di Ruang Terasa Purwokerto, Sabtu (26/8/2023).

HALO BANYUMAS – Masih suasana HUT ke-78 RI di Banyumas Raya, Paguyuban Pelaku Usaha Banyumas (PPUB) gelar lomba masak “Sega Goreng” atau nasi goreng, yang digelar di Ruang Terasa Purwokerto, Sabtu (26/8/2023).

Peserta lomba berasal dari beberapa kecamatan di Banyumas, seperti Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Kembaran, Sumbang, Kebasen, Patikraja, Kalibagor, Cilongok, Baturraden dan Kembaran.

Dari rilis yang diterima halosemarang.id, Minggu (27/8/2023), lomba masak nasi goreng tersebut didukung langsung oleh Pepes Bandeng Jus Kev.

Ketua umum PPUB, Suciatin mengatakan, selain untuk memeriahkan HUT ke-78 RI juga untuk mempererat silaturahmi antaranggota. Disebutkan, lomba masak nasi goreng diramaikan 18 orang dari tiap wilayah PPUB tingkat kecamatan, yang ada di Banyumas.

“Ada Sebanyak 18 peserta dari berbagai kecamatan di Banyumas Raya yang menampilkan hasil masak sega goreng,” terangnya.

Suciatin menjelaskan, Pepes Bandeng Jus Kev berperan besar dalam lomba masak sega goreng tersebut.

“Sementara untuk sajian sega goreng yang telah dimasak dan tersaji, peserta cukup beragam, khususnya dari tampilan. Mulai dari bentuk gunung tumpengan hingga mata sapi. Selain menarik tentunya menggoda selera,” jelasnya.

Suciatin berharap, melalui kegiatan PPUB tersebut, ke depan bisa semakin berkembang. Karena sesama anggota saling bantu, saling mempromosikan produk anggota.

“Jadi jangan sampai tergantung kepada pihak lain. Harus berupaya mandiri, agar jadi juara. Sehingga diharapkan mampu menafkahi diri kita sendiri dan juga untuk orang lain,” ungkapnya.

Sementara itu dewan juri lomba masak “Sega Goreng”, Ainurrohmah menambahkan, untuk penilaian lomba meliputi kebersihan, kerapihan, rasa, dan kreativitas.

Dijelaskan, kreativitas penyajian meliputi kerapihan garnis, agar lebih rapih nasi goreng juga bisa gunakan cetakan untuk membuat motif atau karakter tertentu.

“Saat memasak juga kami nilai, apakah menggunakan sarung tangan, celemek, tutup kepala, termasuk kebersihan dan kerapihan meja. Sedangkan untuk rasa yang dinilai adalah keseimbangan rasa,” jelasnya.

Dalam lomba, juara pertama diraih Kecamatan Kembaran dengan nilai 245 poin, peringkat kedua Kecamatan Kebasen dengan nilai 230 poin, dan posisi ketiga Kecamatan Purwokerto Barat dengan nilai 220 poin.(HS)

Bertambah 7 Persen per Tahun, Dirzawa dan BPN Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf

Seorang Mahasiswa di Semarang Tusuk Kekasihnya Karena Cemburu Diajak Nikah Orang Lain