HALO SEMARANG – Viral di media sosial (medsos) aksi pengeroyokan terhadap operator SPBU di Kaligawe Kota Semarang. Korban bernama Wahyu Budi Santoso (20) diserang dari belakang dan dikejar saat melarikan diri oleh dua orang.
Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (11/6), pukul 04.30 WIB. Korban warga Simongan Semarang Barat, itu menyebut pelaku datang dalam kondisi mabuk. Pelaku itu marah karena tak dilayani setelah menyerobot antrean pelanggan lainnya.
“Iya, dua orang ini berhenti saat banyak antrean. Lalu mereka minta dilayani dulu, tapi saya tolak karena harus antre. Tiba-tiba dari belakang ada yang mukul saya,” ujar Wahyu.
Saat penyerangan terjadi, dirinya sempat melawan agar tak mendapatkan luka yang serius. Namun, tiba-tiba dari belakang ada yang memukulnya menggunakan benda, alhasil ia langsung menuju ke dalam kantor mencari tempat aman.
“Pas saya lawan, tiba-tiba dari belakang ada yang mukul pakai kursi lipat. Kemudian saya lari ke loker, mereka ngejar dan ngroyok saya. Kemudian, oleh teman-teman, saya dibawa masuk kantor untuk menenangkan suasana,” jelasnya.
Melihat korban masuk ke kantor, kedua pelaku menyusulnya berdalih hendak meminta maaf dan berdamai. Namun yang terjadi adalah korban kembali dianiaya. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka lebam dan luka robek pada bagian kepala akibat dipukul dengan kursi.
Usai peristiwa tersebut, korban memilih resign dari tempatnya bekerja untuk menghindari penganiayaan dari pelaku lagi.
“Saya pilih resign bukan karena takut. Tapi gak mau kalau para pelaku datang lagi dan teman-teman lain nanti malah jadi korban,” terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Gayamsari, Kompol Hengky Prasetya, mengatakan pihaknya sudah mendapat informasi dan pengaduan terkait kejadian tersebut. Saat ini kepolisian telah melakukan pemeriksaan terkait peristiwa itu.
“Ya benar. Kami masih melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi dan CCTV SPBU. Secepatnya kami ungkap kasus ini,” imbuhnya. (HS-06)