HALO SEMARANG – Magomed Ankalaev gagal memanfaatkan kesempatan untuk memenangi gelar kelas berat ringan Ultimate Fighting Championship (UFC).
Dalam laga memperebutkan titel yang lowong, Ankalaev gagal mengatasi Jan Blachowicz dan harus puas dengan hasil imbang selama lima ronde, 11 Desember lalu.
Magomed kedodoran dalam dua ronde pertama, sebelum ganti menghajar Jan dalam tiga ronde berikutnya.
Petarung asal Dagestan, Rusia ini merasa dicurangi dewan juri. Ankalaev mengaku kapok bertarung di Las Vegas.
‘’Penjuriannya mengerikan. Saya tidak bisa tampil maksimal karena lutut saya bermasalah,’’ ungkap Magomed seperti dikutip dari Sportskeeda.
Kendati kecewa dengan penjurian, dia menegaskan akan tetap bertahan di UFC.
Ankalaev membantah kalau dirinya ingin meninggalkan UFC.
‘’Saya ingin berterima kasih kepada Dana White dan Mick Maynard untuk kesempatan ini,’’ tuturnya.
Rekor petarung 30 tahun itu sekarang menjadi 17 kali menang, satu kali kalah, dan sekali seri.
Setelah hasil kontroversial ini, UFC membuat keputusan untuk mementaskan Glover Teixeira kontra Jamahal Hill pada awal tahun depan.
Pemenang partai Teixeira versus Hill berhak menyandang sabuk juara divisi berat ringan UFC.
Pemegang sabuk sebelumnya, Jiri Prochazka, menanggalkan titelnya lantaran mengalami cedera bahu parah. (HS-06)