Lomba Jurnalistik, Ganjar : Publik Butuh Informasi Panjenengan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, ketika mengumumkan pemenang lomba jurnalistik bagi wartawan, di Grhadhika Bhakti Praja, Rabu (23/12). (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO SEMARANG – Wartawan diharapkan dapat terus membantu pemerintah, termasuk untuk mengedukasi masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, ketika mengumumkan pemenang lomba jurnalistik bagi wartawan, di Grhadhika Bhakti Praja, Rabu (23/12).

Diakui, pada era digital, keberadaan media juga bergeser. Namun, peran media atau pers sangat penting, mengingat publik membutuhkan informasi dari media.

“Saya tidak mau kehilangan. Publik butuh informasi panjenengan, publik butuh cerita apa adanya, dan publik butuh fakta,” bebernya.

Ganjar menunjuk contoh, tema lomba jurnalistik yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, yang mengangkat mengenai Jogo Tonggo di masyarakat.

Di mana media diharapkan dapat memotret bagaimana spirit Jogo Tonggo dijalankan, baik melalui tulisan, foto, video, maupun suara.

“Sebenarnya ini bukan Jogo Tonggonya, tapi spirit kebersamaan. Ada spirit yang mencolek rasa kemanusiaan kita. Ternyata cerita di masyarakat, inisiatif-inisiatif itu luar biasa, yang digambarkan oleh teman-teman media,” kata gubernur.

Ditambahkan, lomba untuk jurnalis diharapkan akan terus berjalan. Sebab, hal itu bisa memberi rangsangan pada media untuk berkreasi menampilkan karya jurnalistiknya yang terbaik.

“Karya yang the best, gitu kan,” kata Ganjar, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Jateng Riena Retnaningrum menjelaskan, lomba yang dibuka mulai 1 Oktober 2020 dan ditutup pada 6 November 2020 terbagi menjadi empat kategori. Yaitu untuk wartawan tulis baik cetak atau online, televisi, radio, dan foto.

Dengan tema yang ditetapkan, pelaksanaan Jogo Tonggo di Jateng. Tema tersebut berkaitan dengan salah satu program Pemprov Jateng dalam menangani Covid-19.

“Tema merupakan inisiasi dari pak gubernur bahwa di antara kita terkait dengan pandemi ini ada kebersamaan. Jogo Tonggo bukan hanya RT,RW, kelurahan, tapi juga bisa komunitas dan seluruh unsur terkait,” kata Riena usai penganugerahan.

Ditambahkan, pengumuman kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana hanya dihadiri nominasi pemenang, dan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum diumumkan, pemenang pun tidak mengetahui peringkat dan hadiah yang diperolehnya.

“Cara ini memang baru. Tapi ini untuk menjaga kesehatan kita semua,” tandasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.