HALO SEMARANG – Walaupun Gunung Api Semeru di Indonesia berada di darat, namun letusannya bisa memicu kewaspadaan tsunami di Jepang.
Dalam siaran persnya, Japan Meteorological Agency (JMA), mengatakan letusan Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2022 sekitar pukul 11.18 waktu Jepang, menimbulkan kolom abu setinggi 1.500 meter dari puncak.
“Kami sedang menyelidiki apakah ada tsunami di Jepang,” kata pejabat JMA dalam siaran pers itu.
Disebutkan pula, pihaknya memperoleh informasi mengenai letusan gunungapi di Jawa Timur itu, dari Pusat Informasi Abu Vulkanik Darwin Airways (VAAC).
Menurut JMA, jika tsunami terjadi akibat letusan ini dan mencapai Jepang, maka perkiraan waktu kedatangannya lebih awal (wilayah Miyakojima/Yaeyama) sekitar pukul 14:30 (waktu jepang).
Namun JMA belum menyatakan belum mengetahui ketinggian maksimum gelombang tsunami tersebut.
Citra satelit cuaca Himawari tidak menunjukkan perubahan yang jelas yang mungkin sesuai dengan gelombang tekanan yang terkait dengan letusan.
“Saat ini, tidak ada perubahan signifikan pada tingkat pasang surut yang diamati di stasiun pengukur pasang surut di luar negeri. Kami akan terus mengabari Anda tentang pengamatan tsunami di masa mendatang,” sebut JMA dalam siaran pers tersebut.
Untuk diketahui, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pernah memublikasikan daftar gunung api, yang jika meletus dapat menimbulkan tsunami.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Eko Budi Lelono, dalam sebuah konferensi pers, pernah menyebutkan nama sembilan gunung tersebut, dan Semeru tidak masuk dalam daftar itu.
Adapun gunung api yang meletus bisa menyebabkan tsunami, adalah Anak Krakatau di (Selat Sunda), Gunung Tambora (Nusa Tenggara Barat), Gunung Ili Werung, Hobal (Nusa Tenggara Timur), Gunung Rokatenda (Nusa Tenggara Timur), Gunung Ruang (Sulawesi Utara), Gunung Awu (Sulawesi Utara), Gunung Gamkonora (Maluku Utara), Gunung Teon (Maluku), dan Gunung Gamalama (Maluku Utara).
Dari gunung-gunung tersebut, yang cukup aktif adalah anak Krakatau di Selat Sunda.
“Saat ini terdapat sembilan gunung api yang berpotensi membangkitkan tsunami jika terjadi erupsi. Ini salah satunya Gunung Anak Krakatau,” ungkapnya. (HS-08)