
HALO SEMARANG – Proses Prapendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021-2022 untuk tingkat SMP Negeri yang dimulai Minggu (20/6/2021), akan dilaksanakan sampai Jumat (25/6/2021) mendatang. Sedangkan untuk tingkat SD di Kota Semarang rampung pada Jumat (18/6/2021) lalu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, proses PPDB pada tingkat SMPN ini juga wajib mengikuti prapendaftaran. Jika tidak maka calon siswa tidak bisa mendaftar di sekolah negeri.
“Sistemnya sama, wajib ikut prapendaftaran. Nah ini banyak yang datang ke dinas, karena nggak punya KK Semarang, jadi input dibantu oleh petugas,” katanya, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, input manual untuk prapendaftaran juga bisa dilakukan di satuan pendidikan atau sekolah, selama proses tersebut berlangsung. Menurut dia, tidak sedikit orang tua siswa yang datang ke dinas ataupun ke sekolah untuk melakukan input manual karena tidak memiliki KK Semarang, meskipun anak tersebut sudah bersekolah di Semarang.
“Bisa saja si anak ini ikut saudara atau yang lainnya, jadi kita bantu untuk memenuhi hak mereka,” imbuhnya.
Ditanya terkait evaluasi prapendaftaran tingkat SD yang sudah selesai, Gunawan menerangkan jika masih ditemukan orang tua siswa yang tidak ikut dalam prapendaftaran.
“Masih ada, alasannya lupa. Nah mereka nggak bisa daftar di SD Negeri. Pembetulan data yang salah juga dilakukan,” jelasnya.
Meski tidak bisa mendaftar secara online, lanjut Gunawan, calon siswa bisa saja mendaftar secara offline di satuan pendidikan terkait. Syaratnya adalah sekolah yang dituju kekurangan siswa dari jumlah kuota yang telah ditentukan.
“Bisa saja daftar secara offline, tapi di SDN yang kuotanya kurang,” ucapnya.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini menerangkan, untuk PPDB tingkat SD jumlah kuota yang ada di Semarang tidak sebanding dengan jumlah pendaftar yang ada pada tahun 2021.
“Dari kuota 14 ribu sekian, jumlah pendaftar sekitar 12 ribu sekian. Jadi ada kuota kosong sebanyak dua ribu yang tersebar di SDN yang ada di Semarang,” paparnya.
Adapun untuk kuota kosong ini, lanjut Gunawan, bisa dipenuhi oleh satuan pendidikan dengan menerima siswa secara offline. Ditanya terkait jumlah SD yang kemungkinan tidak memenuhi kuota, ia mengaku belum mengetahui pasti lantaran masa pendaftaran baru akan dimulai Minggu (26/6/2021) mendatang.(HS)