HALO SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang akan melakukan sosialisasi menyasar pemilih pemula guna meningkatkan partisipasi pemilih di gelaran Pilwalkot dan Pilgub serentak tahun 2024 pada 27 November mendatang. Salah satunya, dengan menggelar program KPU ke sekolah dan kampus di Kota Semarang dengan tajuk KPU goes to school dan campus.
Koordinator Divisi Sosialisasi KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfa menjelaskan, bahwa KPU mencatat jumlah pemilih pemula mencapai 1.583 pemilih, yang terdiri dari laki-laki 865 pemilih dan perempuan 718 pemilih.
“Sehingga jumlah pemilih pemula di Kota Semarang cukup potensial,” ujarnya, Senin (22/7/2024).
Dia mengatakan, nantinya akan ada 10 perguruan tinggi dan 15 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang bakal dikunjungi oleh KPU Kota Semarang untuk dilakukan sosialisasi, dan mengajak para pemilih pemula berpartisipasi menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi.
“Diharapkan, dengan program KPU goes to school dan campus akan mendorong pemilih pemula untuk ikut berpartisipasi menyalurkan hak suaranya pada Pilkada serentak 2024,” imbuhnya.
Selain itu, program KPU goes to school juga menjadi salah satu upaya KPU Kota Semarang dalam mengenalkan berdemokrasi lewat Pilkada kepada pelajar SMA dan mahasiswa. Sekaligus sebagai pendidikan politik bagi pemilih pemula agar mereka mendapatkan informasi yang benar tentang Pilkada.
“Program ini diselenggarakan untuk mendorong mereka, yakni pemilih pemula agar melek politik dan bisa ikut berpartisipasi. Kita pilih sekolah yang memang sebelumnya belum pernah mendapatkan sosialisasi dari KPU. Semuanya merata, bukan cuma sekolah negeri, namun sekolah swasta juga,” katanya.
Program goes to school akan dilakukan secara bergiliran di 15 SMA dan 10 kampus, dan untuk tahap awal ini dilakukan setelah libur sekolah usai.
“Bulan ini bidikan sosialisasinya adalah pemilih pemula, kita akan mengadakan roadshow pada 15 sekolah berbeda, yang sebelumnya belum pernah dilakukan sosialisasi. Kami baru tahap berkordinasi dengan pihak sekolah, rencananya sosialisasi akan dilakukan bulan Agustus, dan September,” terangnya.
Ia berharap dengan upaya masif yang dilakukan oleh KPU Kota Semarang, dengan melakukan kunjungan ke sekolah dan kampus, angka partisipasi Pilkada 2024 ini bisa meningkat.
“Ini merupakan upaya untuk menekan angka golput. Selain itu, pemilih pemula juga merupakan pemilih yang potensial, mereka selain menjadi peserta juga bisa jadi penyelenggara,” paparnya.
Novi menambahkan, sejauh ini KPU RI belum secara resmi mengumumkan target pemilih partisipatif pada Pilkada 2024, namun pada 2020 lalu targetnya sebesar 77,5 persen. Sedangkan untuk Pilwakot 2020 sendiri, tingkat partisipasinya mencapai 68 persen dan Pilpres lalu sebesar 85 persen. (HS-06)