HALO SEMARANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan Rumah Sakit memberikan pelayanan terbaik kepada para korban Tragedi Kanjuruhan, malang.
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ketika mengunjungi para korban tragedi Stadion Kanjuruhan, yang dirawat di RSUD Saiful Anwar, Malang, Jawa Timur.
“Saya ingin memastikan yang dirawat di RS ini mendapat pelayanan terbaik,” kata Presiden dalam keterangan setelah mengunjungi para korban di RSUD itu.
“Tadi juga kita sampaikan sedikit santunan pada korban, baik dari Pemerintah Pusat, provinsi dan pemkot,” kata Jokowi, Rabu (5/10/2022).
Presiden Jokowi juga mengatakan telah berbincang dengan para korban, untuk mengetahui situasi pada malam pertandingan.
“Saya ingin tahu akar masalah, agar ke depan dapat solusi terbaik,” kata Jokowi.
Kepada para korban, dia mengatakan telah menyampaikan pesan agar mereka tetap semangat dan segera sembuh.
“Saya berpesaan pada pasien agar tetap semangat dan segera sembuh. Saya sampaikan seluruh biaya perawatan ditanggung oleh pemerintah dan pemerintah dan pemda,” kata dia.
Presiden juga memerintahkan kepada Menteri PU, untuk mengaudit total seluruh stadion yang untuk pertandingan liga. Audit termasuk lebar pintu, manajemen lapangan, dan manajemen pengelolaan.
Jokowi juga kembali menyatakan telah berkomunikasi melalui telepon pada Presiden FIFA, Giovanni Vincenzo Infantino.
Dalam pembicaraan itu dibahas mengenai Tragedi Kanjuruhan, FIFA U-20, hingga pembenahan tata kelola sepak bola Indonesia. Menurut Jokowi, FIFA menyatakan siap membantu memperbaiki tata kelola sepak bola Indonesia.
Terkait pengusutan peristiwa ini, Presiden menyatakan telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diketuai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.
Presiden mengatakan semula TGIPF meminta waktu sebulan untuk menyelisik peristiwa yang telah menelan korban lebih dari 100 orang tersebut.
“Dia minta sebulan, tapi saya minta secepat-cepatnya,” kata Presiden.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, kerusuhan pertandingan sepak bola selalu terjadi dan terus berulang.
Meskipun setelah peristiwa kerusuhan terjadi, pemerintah selalu membentuk tim, namun tim yang dibentuk tak mampu mencegah peristiwa kerusuhan tak terjadi lagi.
“Peristiwa tentang kerusuhan di pertandingan sepak bola selalu terjadi dan selalu dibentuk tim tapi tidak pernah berubah,” ujar Mahfud.
Mahfud mengatakan, itulah tugas pokok dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang saat ini dibentuk.
Mahfud yang juga sebagai Ketua TGIPF tragedi Stadion Kanjuruhan itu menyebut, timnya sudah mulai bergerak menggelar rapat perdana pada Selasa (4/10/2022). (HS-08)