in ,

Kuatkan Relawan, Komisi XIII DPR RI dan BPIP Gelar Sosialisasi Gerakan Kebajikan Pancasila di Kendal

Sosialisasi Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila 2025, di salah satu hotel di Kota Kendal, Selasa (26/8/2025).

HALO KENDAL – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Partai Demokrat dr Raja Faisal Manganju Sitorus memberikan Sosialisasi Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila 2025, di salah satu hotel di Kota Kendal, Selasa (26/8/2025).

Sosialisasi yang digelar sebagai silaturahmi dengan konstituennya di Dapil Jawa Tengah I tersebut, menghadirkan Efrida Herawati Siregar SP MM, selaku Direktur Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), H Windu Suko Basuki SH, Wakil Bupati Kendal periode 2020-2024 dan Ketua DPC Partai Demokrat Kendal, serta Lukmanul Hakim, Motivator dan Pakar Konsultan Politik.

Raja Faisal dalam sambutannya menyampaikan, Sosialisasi Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila adalah program dari BPIP bekerja sama dengan Komisi XIII DPR RI.

“Kita sepakat bahwa Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara. Ia adalah roh bangsa, identitas keindonesiaan kita, sekaligus kompas moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

Sehingga, lanjut Bang Raja, sapaan akrabnya, tujuan Sosialisasi Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila adalah menguatkan nilai-nilai Pancasila di masyarakat.

“Khususnya kepada para relawan, pelajar, mahasiswa, buruh dan tokoh masyarakat. Agar Pancasila tidak hanya dapat dipahami secara teoritis, tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Bang Raja mencontohkan pengaplikasian Pancasila sehari-hari di masyarakat adalah, dengan toleransi antar umat beragama, dan toleransi dengan segala perbedaan yang ada di Indonesia.

“Sampai hal membuang sampah itu pun juga Pancasila. Jadi itu yang perlu kita sadarkan, khususnya di Kabupaten Kendal ini adalah daerah rawan banjir,” jelasnya

Bang Raja menambahkan, tujuan dari program ini merupakan penguatan kapasitas relawan dan pemuda Kendal sebagai agen perubahan, dalam rangka memperkuat peran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

“Sehingga Sosialisasi Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila dilaksanakan bertujuan untuk membangun kesadaran politik, sekaligus memperkuat jaringan relawan yang berkomitmen menjaga, mengamalkan serta mengawal kebijakan yang sejalan dengan Ideologi Pancasila,” bebernya.

Direktur Evaluasi BPIP, Efrida Herawati Siregar berharap, melalui kegiatan sosialisasi bisa terbentuk jejaring relawan yang militan dan terkoordinasi untuk terus menyuarakan serta mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.

“Kegiatan ini sekaligus meneguhkan semangat kolektif dalam menghadapi tantangan zaman, seperti perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika ekonomi,” jelasnya.

Efrida menegaskan, Gerakan Kebajikan Pancasila bukan sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan moral untuk memperkuat jati diri bangsa melalui gotong royong, keadilan sosial, dan kemanusiaan.

“Relawan Pancasila adalah pelaku nyata dari gerakan kebajikan. Saudara-saudara bukan hanya memahami Pancasila, tetapi juga harus mampu mengamalkannya dalam aksi nyata di lingkungan masing-masing,” tandasnya.

Senada diungkapkan Windu Suko Basuki, yang berharap, melalui Sosialisasi Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila bisa sebagai upaya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup dan landasan negara yang kokoh.

Menurutnya, implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, penegakan hukum, serta kegiatan sosial dan kebangsaan yang mendorong toleransi, keadilan, dan kebersamaan di tengah keberagaman.

“Mengamalkan nilai Pancasila dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, seperti toleransi dan keadilan, dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Pakde Bas sapaan akrabnya.

Dirinya berharap, masyarakat bisa mengaktifkan kegiatan sosial dan kebangsaan yang bertujuan untuk menjaga keutuhan bangsa, seperti kegiatan yang mendorong sikap saling menghormati dan kerukunan.

“Membentuk karakter yang kokoh dengan nilai Pancasila, terutama pada generasi muda, sebagai agen perubahan yang dapat menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan identitas bangsa,” imbuh Pakde Bas. (HS-06)

Babak Kualifikasi Panahan di Kendal, 611 Atlet Berebut Tiket Porprov 2026

Menag Ajak Kepala Daerah Perkuat Dukungan ke Penyuluh Agama Islam